Ini Isi Presentasi Bupati Berau di Konferensi Perubahan Iklim PBB

 

MAROKO – Dalam rangka acara Side Event Konferensi Tingkat Tinggi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk Indonesia Pavilion yang digelar di Maroko sejak tanggal 7 hingga 11 November 2016 lalu, Bupati Berau Muharram, mewakili Pemkab Berau, berkesempatan untuk menyampaikan secara ringkas terkait profil dan potensi yang dimiliki Kabupaten Berau, dihadapan kurang lebih 109 negara.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang disiapkan oleh Pemerintah Indonesia untuk menampilkan berbagai upaya Indonesia dalam rangka menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) untuk mengurangi dampak perubahan iklim global.

Tepatnya pada 11 November 2016 lalu, Bupati Muharram menyampaikan berbagai pembelajaran dari Berau yang selama ini telah banyak melakukan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Dalam penyampaiannya, Muharram juga sedikit mengangkat seluruh potensi yang dimiliki Berau, baik dari aspek ekonomi maupun aspek lingkungan.

"Dari seluruh daratan Berau, 75 persen diantaranya masih berhutan, dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan menjadi habitat satwa penting seperti orang utan, beruang madu, burung enggang dan lainnya. Selain memiliki hutan yang sangat lebat, Berau juga memiliki wilayah laut yang masuk dalam area segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan habitat penyu, hiu tutul, dan berbagai jenis karang yang menjadi daya tarik wisata, juga memiliki Karst yang saat ini sudah masuk dalam tentatif list warisan dunia UNESCO," ungkapnya.

BACA JUGA : Bupati Jadi Panelis Konferensi Perubahan Iklim PBB

Dengan jumlah penduduk sekitar 218.124 orang (2015) yang tersebar di 13 Kecamatan di 100 desa, ia juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Berau pada tahun 2015 mencapai 5,07 persen dengan nilai Gross Regional Domestic Product senilai USD 2 miliar. Nilai tersebut didominasi oleh sektor pertambangan sekitar 61 persen dan pertanian atau perkebunan sekitar 11 persen.

Dengan pendapatan ekonomi yang sangat bergantung pada sumber daya alam, penurunan kualitas lingkungan tentu akan menjadi masalah dikemudian hari. Ekspansi perkebunan kelapa sawit dan tambang serta sektor perkayuan cukup signifikan mengurangi tutupan hutan di Kabupaten Berau. Sehingga emisi dari deforestasi dan degradasi lahan yang disebabkan oleh pembukaan lahan kelapa sawit mampu berkontribusi hingga 44 persen dari total emisi dari penutupan lahan.

"Peningkatan emisi ini tentu akan berdampak pada masyarakat dunia yang saat ini sedang menghadapi masalah perubahan iklim. Untuk itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk menjalankan strategi pembangunan hijau dengan menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi dalam proses pembangunan," ujarnya.

 

Dikatakannya, dukungan pendanaan diperlukan dari negara maju untuk berbagi tanggung jawab menurunkan emisi dan menjaga kualitas lingkungan. Pendanaan ini dapat disalurkan baik kepada pemerintah melalui mekanisme G to G (Government to Government) atau pun melalui LSM lokal.

"Tidak hanya itu, dukungan teknis dari negara sahabat akan mendukung pengelolaan sumber daya alam di Berau. Dukungan dari pihak lain seperti LSM dan sektor swasta juga sangat penting untuk keberhasilan implementasi program penurunan emisi dan pembangunan hijau kita," tambahnya.

BACA JUGA : Dampak Lima Tahun Program Mitigasi Perubahan Iklim di Berau

Seperti diketahui, Berau telah membangun program pengurangan emisi melalui Progam Karbon Hutan Berau yang saat ini telah diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2016-2021.

“Kami sebagai daerah dengan hutan yang luas sebagai penyumbang oksigen di dunia sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca memerlukan mitra untuk bekerjasama mempertahankan hutan Berau yang nantinya manfaatnya juga untuk dunia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memajukan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan jika ingin hutan di Indonesia, khususnya di Berau terjaga dengan baik.

"Oleh karena itu dukungan dari dunia luar kepada Berau perlu mengutamakan masyarakat," ucapnya.

Presentasi Bupati Berau menjadi perhatian para hadirin. Terbukti dengan banyaknya hadirin yang ingin bertanya lebih jauh tentang Berau, termasuk tawaran berbagai peluang kerjasama

Bupati Muharram menyambut baik, namun Muharram menegaskan tetap perlu untuk memfilter setiap kerjasama tersebut sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Berau.(Marta)