Bahas Kedatangan Manusia Listrik, Pemkab Gelar Rapat Dengan P-Apdesi

 

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau terus berupaya maksimal memenuhi kebutuhan listrik masyarakat hingga ke perkampungan. Target menerangi Berau hingga 2018 pun menjadi program prioritas yang akan dijalankan. Salah satu upaya dalam merealisasikan program tersebut, pemkab berencana mendatangkan si ‘Manusia Listrik’ Tri Mumpuni Wiyatno ke Bumi Batiwakkal pada tanggal 6-7 Desember 2017 mendatang.

Sebelum mendatangkan Manusia Listrik, penjajakan pun telah dilakukan Pemkab Berau melalui Wakil Bupati, Agus Tantomo didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Mappasikra Mappaseleng kepada Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) Jakarta pekan lalu. Dalam penjajakan awal tersebut, pemkab diterima langsung oleh Executive Director Ibeka, Tri Mumpuni Wiyatno yang juga Manusia Listrik itu.

Mempersiapkan kunjungan tersebut, pemkab pun mengelar pertemuan bersama Perkumpulan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (P-Apdesi) Berau, Selasa (15/11/2016) di Kantor Bupati. Dalam pertemuan itu, dibahas persoalan yang dihadapi setiap kampung dalam pemenuhan listrik.

“Jadi sudah kita minta tadi kepada kepala kampung untuk menginvetarisir semua potensi yang ada di kampung, sehingga pada saat kunjungan ibu Tri nanti, bisa kita sampaikan,” jelas Mappasikra.

Sementara Wabup menegaskan, kedatangan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para kepala kampung. Menurutnya, dalam memajukan kampung, harus didukung dengan infrastruktur yang memadai salah satu yang utama adalah listrik.

“Ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, harus kita prioritaskan. Jadi harus kita manfaatkan untuk mempelajari ilmu yang diberikan nanti untuk diterapkan di kampung masing-masing,” tegasnya.

Kunjungan si manusia listrik ini pun mendapat apresiasi dari kepala kampung, khususnya bagi yang belum teraliri listrik sampai sekarang. Seperti disampaikan Ketua P-Apdesi Berau, Madri Pani, potensi sumber daya alam di setiap kampung dapat dimanfaatkan dalam pemenuhan sumber energi listrik ini. Namun, pemerintah kampung perlu mendapat ilmu untuk memaksimalkannya.

“Kita akan sama-sama melihat potensi energi yang tersedia di kampung untuk bisa dibangun,” tuturnya.

 

Untuk diketahui, si manusia listrik Tri Mumpuni Wiyatno (52) adalah perempuan pemberdaya listrik di lebih dari 60 lokasi terpencil di Indonesia yang mendapat penghargaan Ashden Awards 2012.

Ia dikenal sebagai tokoh yang mengembangkan kemandirian masyarakat di kawasan terpencil melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikroh Hidro (PLTMH) telah diakui baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dirinya tidak jarang berhari-hari tinggal di satu desa yang jauh dari akses infrastruktur dan informasi, hanya untuk memastikan kesiapan masyarakat membangun PLTMH.(M.S. Zuhrie)