Defisit Anggaran Berlanjut, Pajak Hiburan Dimaksimalkan

 

TANJUNG REDEB – Guna terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui potensi pajak daerah, Komisi I dan Komisi II DPRD Berau menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di Kecamatan Tanjung Redeb dan sekitarnya. Sidak itu bertujuan melihat kelengkapan perizinan usaha yang dimiliki THM.

Seperti diketahui, giat selama 2 hari, sejak Kamis (10/11/2016) hingga Jumat (11/11/2016) lalu, digelar pada pukul 21.00 Wita dengan berkumpul di Sekretariat DPRD Berau, Jalan Gatot Subroto. Sebelum giat dimulai, anggota DPRD Berau bersama Satpol PP Berau juga menggelar rapat.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Muhammad Yunus mengatakan, pada kondisi Kabupaten Berau dilanda defisit anggaran yang terus berlanjut, pajak daerah dari sektor THM dapat menjadi salah satu sumber yang dapat diandalkan untuk meningkatkan PAD. Namun, untuk melakukan pemungutan pajak daerah, tentu seluruh THM telah memiliki izin usaha dari pemerintah daerah.

“Ketika kita ingin menghasilkan PAD dari tempat musik atau tempat-tempat hiburan malam seperti itu, mereka harus lengkap izinya. Perizinan harus utama karena kalau tidak lengkap izinnya, otomatis Dispenda juga tidak bisa menarik retribusinya sebagai peningkatan PAD,” katanya usai sidak beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Yunus, sidak itu juga menyangkut kepatuhan pemilik THM dalam mempekerjaan tenaga kerja yang memiliki identitas diri. Pihaknya, mengharapkan kepada pemilik atau pengelola THM, betul-betul memperhatikan kelengkapan administrasi kependudukan para pekerjanya. Sebab, selama ini masih saja ditemukan adanya pekerja yang berasal dari luar Kabupaten Berau dan telah bekerja sejaka lama, tapi belum juga memiliki KTP yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau.

“Kenapa yang paling bermasalah ketika ada pemilihan tingkat RT, kepala kampung, apa lagi tingkat-tingkat yang lebih di atas lagi, selalu bermasalah pada posisi orang yang memilih. Ada KTP atau tidak, itu jadi persoalan juga, makanya kita coba melihat itu semua,” lanjutnya.

Adanya THM, tambah Yunus, tentu sangat erat dengan peredaran minuman keras (miras) dan juga terkadang dengan narkotika. Untuk miras, Kabupaten Berau yang telah memilik Perda Nomor 11/2010 tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

“Yang ketiga, tentu juga kita melihat Perda Miras, pengawalan Perda Miras. Sekalipun ada, tapi tidak terlalu dalam konteks yang berlebihan, masih sebatas kewajaran. Dan itu, juga mestinya bisa diambil keuntungan PAD, ketika memang kita melihat dari sana,” tambahnya.

Dalam sidak kali ini, diakui Yunus, pihaknya masih menemukan beberapa THM yang tidak memiliki perizinan usaha. Bahkan, juga didapati seorang anak di bawah umur yang turut masuk dalam THM tersebut. Oleh karena itu, pengawasan dari aparatur penegak Perda atau keamanan juga sangat penting.

 

Pantauan beraunews.com, seorang remaja yang masih berusia 16 tahun ditemukan menjadi pengunjung di salah satu THM yang berada di Kecamatan Sambaliung. Bahkan, remaja yang didampingi seorang wanita pekerja THM tersebut, terlihat tengah asyik mengisap rokok dan beberapa botol miras berada di meja yang ada dihadapannya. 

“Yang lebih parah lagi, sebenarnya ingin kita lihat adalah seperti yang kita lihat tadi, kita menemukan anak-anak di bawah umur. Itu luar biasa, jadi kalau teman-teman dari sisi keamanan, Satpol PP, misalnya kepolisian dan sebagainya, melakukan razia atau kunjungan seperti itu, saya kira akan berdampak positif pada kehidupan,” ujarnya.

Untuk itu, ditegaskan Yunus, pihaknya tak lupa memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para pengunjung maupun pemilik atau pengelola THM. Para pengunjung, diimbaunya, agar tidak membawa atau menggunakan narkoba.

Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh pemilik atau pengelola THM agar menaati segala peraturan yang berlaku. Khusus untuk beberapa THM yang belum memiliki perizinan usaha, harus segera mengurus perizinan yang ada.

“Kita juga ikut mengimbau masalah narkoba. Jangan membawa, apalagi menggunakan. Dan minimal tertiblah, jangan lewat jauh malam, dibatasi. Minimal jam 12 atau jam 1 cukup (buka THM-red),” pungkasnya.(Andi Sawega)