Bawa Pulang Jenazah Anak Naik Motor, Ketua DPRD : Rumah Sakit Harus Kedepankan Rasa Prikemanusiaan

 

TANJUNG REDEB – Kisah sedih yang dialami Mirna Astuti, warga Jalan Laksamana RT 06, Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, yang terpaksa membawa pulang jenazah sang buah hati dengan menggunakan motor, Jumat (11/11/2016) kemarin, sampai ditelinga Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah.

Dikatakan, perempuan dengan sapaan akrab Sari, semestinya pihak rumah sakit memberikan pengecualian untuk membebankan biaya ambulan kepada pasien yang kurang mampu. Ia juga menegaskan, kejadian tersebut harusnya menjadi perhatian bersama dengan mengedepankan rasa keprikemanusiaan.

“Memang kita tahu bahwa biaya operasional rumah sakit terbatas, namun jangan sampai menghilangkan rasa iba dan kemanusiaan kita untuk menolong orang yang tidak mampu,” ujarnya kepada beraunews.com, Sabtu (12/11/2016).

BACA JUGA : Astaga!!! Tak Bisa Bayar Ambulan, Terpaksa Bawa Pulang Jenazah Anak Naik Motor

Namun ia tetap ingin mendengarkan penjelasan yang diutarakan langsung oleh pihak manajemen rumah sakit, terkait apakah tindakan oknum tersebut memang sesuai dengan prosedur yang berlaku atau justru oknum tersebut memanfaatkan kesempatan dan melanggar aturan yang berlaku di rumah sakit.

“Tapi kita juga mesti dengar penjelasan dari rumah sakitnya, apakah memang dilarang atau hanya ulah oknum, itu yang mesti kita ketahui. Jika terbukti ini permainan oknum, maka alangkah baiknya diberi peringatan agar tidak melakukan hal serupa kepada masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pelayanan, terutama yang bersifat mendesak,” ungkapnya.

 

Terlepas dari hal tersebut, ia juga mengharapkan agar pihak rumah sakit memberikan pelayanan yang lebih baik dan melengkapi segala fasilitas prioritas yang masih minim, seperti oksigen.

“Kami dari Komisi III juga secara khusus membahas anggaran rumah sakit, khususnya yang dianggap sangat urgen. Harapan kami dengan ini pelayanan kepada masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik lagi,” tutupnya.(Marta)