Astaga!!! Tak Bisa Bayar Ambulan, Terpaksa Bawa Pulang Jenazah Anak Naik Motor

 

TANJUNG REDEB – Kisah pilu itu terjadi di RSUD dr. Abdul Rivai, Jumat (11/11/2016) sekitar pukul 15.30 Wita. Lantaran keterbatasan dana, Mirna Astuti, warga Jalan Laksamana RT 06, Kelurahan Gunung Tabur Kecamatan Gunung Tabur, terpaksa membawa pulang jenazah anak yang baru dilahirkannya dengan sepeda motor.

Langkah itu terpaksa dilakukan Mirna, dikarenakan saat Mirna hendak membawa jenazah bayi perempuan yang baru dilahirkannya pulang ke rumah duka menggunakan ambulan, oknum dari rumah sakit meminta bayaran ratusan ribu, dengan alasan untuk operasional ambulan.

Melihat kondisi itu, salah seorang pihak keluarga, Norlaila mengaku sedih melihat sistem pelayanan RSUD, yang seakan tidak memiliki toleransi kepada masyarakat tidak mampu. Apalagi, pasien tersebut tengah dalam posisi berduka, setelah kehilangan anak yang baru dilahirkan.

Diceritakan Norlaila, Mirna melahirkan di RSUD, Jumat (11/11/2016) sekitar pukul 10.00 Wita. Namun, sekitar pukul 15.00 Wita, bayi yang dilahirkannya meninggal dunia. Saat itu lah dikatakannya, pihak keluarga berencana hendak membawa pulang dengan ambulan, tapi ditolak karena tidak bisa membayar uang yang diminta.

“Bayarnya Rp150 ribu, karena tidak ada uang makanya tidak dikasih ambulan. Sedih melihatnya, kita takut juga kenapa-kenapa di jalan saat dibawa dengan motor begitu,” ujarnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Jumat (11/11/2016) sekitar pukul 23.30 Wita.

Tidak lama sampai di rumah duka, bayi yang diberi nama Aisya Alifa tersebut langsung dikebumikan di pemakaman umum Kelurahan Gunung Tabur, sekitar pukul 17.30 Wita dihari yang sama. Dengan kondisi tersebut, pihaknya meragukan pelayanan RSUD kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Jelas tidak memuaskan. Sebagai pelayan masyarakat, seharusnya bisa mengerti kondisi pasien terutama warga tidak mampu. Sebagai keluarga korban kita sangat kecewa,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas RSUD dr. Abdul Rivai, Erva Anggriana menyebutkan, telah menerima informasi tersebut. Bahkan, dirinya sudah menyampaikan ke pihak manajemen RSUD untuk segera ditindaklanjuti, mengingat hal tersebut menyangkut pelayanan dan kenyamanan pasien di RSUD. Pihaknya menegaskan, jika ada terindikasi ada oknum memanfaatkan situasi tersebut, maka akan ada sanksi tegas yang akan diberikan.

“Jika terbukti ada indikasi kesalahan oknum sopir, maka akan dilakukan tindakan tegas untuk yang bersangkutan,” tegasnya kepada beraunews.com, Sabtu (12/11/2016) pagi tadi.

Pihaknya pun berterimakasih atas laporan yang diberikan. Disamping itu, pihaknya juga meminta maaf atas terjadinya ketidaknyamanan dan turut berduka atas meninggalnya bayi pasien yang bersangkutan.

“Jika ada kasus serupa di RSUD mohon infokan ke menajemen kami, biar nanti kita yang usut dan lakukan tindakan. Untuk sementara kasus ini saya serahkan ke menajemen untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang beralaku,” pungkasnya.(Hendra Irawan)