Gelar Edukasi Karst, Pemkab Berau Tunjukkan Sinyal Pabrik Semen Jalan Terus

 

TANJUNG REDEB – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Berau menggelar Sosialisasi Pengelolaan Kawasan Karst Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Merabu, di Hotel Palmy Eksklusif, Selasa (8/11/2016).

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Berau, Muharram melalui Asisten II Setda Berau, Samsul Abidin tersebut dihadiri oleh sejumlah SKPD, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh masyarakat, mahasiswa dan pelajar dari beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Berau.

Dalam kegiatan yang dihadiri kurang lebih 150 peserta tersebut, Kepala BLH Berau, Zulkifli mengungkapkan, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah semata-mata untuk memperkenalkan dan mengedukasi kepada masyarakat terkait potensi Sumber Daya Alam (SDA) berupa karst, yang cukup luas membentang di Kalimantan, khususnya yang terbentang dari Kampung Merabu maupun Pesisir Biduk-Biduk.

 

Dengan pengetahuan yang lebih baik tentang karst, nantinya diharapkan dapat menuntun Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada untuk dapat mengelola dan memanfaatkan karst yang merupakan SDA tidak terbarukan tersebut dengan cara-cara sejalan dengan pelestarian alam.

“Salah satu fungsi karst yang paling dapat dirasakan oleh manusia saat ini adalah sebagai tandon air bersih dan tawar yang dapat diperoleh dengan mudah. Terlebih, bentangan karst yang kita miliki saat ini sangat luas, termasuk yang ada di Merabu,” ungkapnya.

BACA JUGA : BLH Provinsi Tunjukkan Signal Pabik Semen di Biduk-Biduk Jalan Terus, BLH Berau Tunggu Amdal

Ia juga berharap kepada seluruh peserta, terutama mahasiswa dan pelajar yang hadir dalam kegiatan tersebut, sebagai generasi muda dapat memahami apa yang dimaksud dengan karst, manfaat, potensi ancaman serta keterkaitan hidup manusia dengan karst itu sendiri.

“Beberapa waktu lalu, dalam konsultasi publik yang dilakukan PT Semen Kalimantan Timur di Kecamatan Biduk-Biduk, Ustad Jafar Sidiq pernah mengatakan bahwa di dalam Al-Qur’an manusia diminta untuk mengelola dan memanfaatkan SDA yang ada dengan sebaik-baiknya. Dan pada saat itu juga, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Biduk-Biduk, Lukman, juga mengatakan bahwa dalam Al-Qur’an disebutkan kerusakan alam dikarenakan ulah tangan manusia itu sendiri. Jadi dalam forum ini bagaimana kita bisa mensinergikan kedua pendapat tersebut untuk kelangsungan hidup manusia selanjutnya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Asisten II Setda Berau, Samsul Abidin, yang mewakili Bupati Berau, Muharram mengatakan, karst merupakan sumber kehidupan masyarakat lokal yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

Adapun manfaat dan potensi karst lainnya yang dapat dikelola manusia, dikatakannya seperti dalam bidang pertambangan, pertanian, pusaka budaya, pariwisata, hingga ekologi dan hidrologi bisa dikelola menggunakan strategi yang baik.

BACA JUGA : Tolak Sawit dan Semen Di Biduk-Biduk, AMPK Demo Ke Kantor Gubernur

Hal yang diharapkan usai berlangsungnya kegiatan tersebut tidak lain ialah untuk menambah wawasan masayarakat terkait karst juga agar BLH dapat segera merumuskan langkah dan tindak lanjut untuk mengelola kawasan karst dengan tepat.

“Karst adalah SDA yang tidak bisa terbarukan dan sangat peka terhadap bentuk perubahan lingkungan. Semoga melalui kegiatan diskusi ini dapat menambah wawasan kita semua terhadap manfaat karst. Bagaimana semestinya kita memanfaatkan alam tanpa harus merusaknya agar ekonomi berkelanjutan masyarakat tetap bisa dilakukan,” tandasnya.(Marta)