Pemadaman Kian Masif, IPB Minta PLN Sediakan Mesin Cadangan Saat Perawatan

 

TANJUNG REDEB – Pemadaman bergilir kian masif (sangat banyak) terjadi di Kabupaten Berau. Bagaimana tidak, tiada hari tanpa pemadaman, bahkan tak jarang pemadaman terjadi di luar jadwal dan dengan waktu yang relatif lama antara 4-8 jam. Bahkan, dalam satu hari bisa terjadi 2-4 kali pemadaman.

Memasuki bulan November ini, pemadaman bergilir akan berlangsung 2 minggu penuh. Akibat, perawatan tahunan yang dilakukan di boiler PLTU Lati yang dikelola PT Indo Pusaka Berau (IPB). Kondisi pemadaman bergilir ini terpaksa dilakukan setiap kali terjadi perawatan boiler di PLTU Lati. Pasalnya, PT PLN hingga saat ini diketahui tak kunjung memiliki mesin pembangkit cadangan sebagai backup saat kondisi perawatan.  

BACA JUGA : Berau Defisit Listrik, Pemadaman Bergilir Jadi “Solusi” PLN

Direktur Utama PT IPB, Najamuddin kepada awak media tak menepis jika saat perawatan tahunan yang terjadi saat ini, menyebabkan masyarakat Berau mengalami kekurangan daya yang cukup besar dan pemadaman kembali dilakukan. Akibatnya,  masyarakat selalu kecewa dengan pelayanan listrik ini.

“Apalagi kalau terjadi pemeliharaan di boiler kita, maka kekurangan daya bisa semakin besar dan terus terjadi pemadaman seperti saat ini,” jelasnya.

BACA JUGA : Ini Penyebab Byar Pet Yang Sesungguhnya

Ditegaskan Najamuddin, pihaknya sudah berupaya membantu pemenuhan pasokan listrik ini kepada masyarakat. Ia mencontohkan, saat ini PT IPB memasok daya kepada PLN sebesar 7 MW (megawatt) sesuai dengan kontrak tertulis. Namun, karena kebutuhan masyarakat yang cukup besar dengan beban puncak sekitar 22 MW, pihaknya kembali membantu pasokan daya hingga 16 MW dari 3 unit boiler masing 1 x 7 MW.

BACA JUGA : PLN Tambah Zona Pemadaman, Wabup : Listrik Tanggung Jawab PLN

Untuk membantu pemenuhan daya mencapai 16 MW tersebut, PT IPB terpaksa mengorbankan kontrak dengan PT Berau Coal (BC) sebesar 9 MW. Sehingga, Najamuddin berharap, PLN harus dapat memenuhi kekurangan daya yang ada, khususnya saat perawatan di PLTU.

"Kita sebenarnya ada kontrak dengan BC, tapi saat ini hanya mampu terpenuhi 2 MW saja. Mereka pun sudah kita berikan pengertian bahwa kita masih memenuhi kebutuhan PLN dan mereka terima," jalasnya.

BACA JUGA : Listrik Sering Padam, Posbakumadin Siap Dampingi Class Action Masyarakat Berau Ke PLN

Menanggapi hal itu, Manajer PT PLN Rayon Tanjung Redeb, Teguh Budi Oktavianto mengatakan, pihaknya telah lama memprogram pengadaan penambahan daya tersebut. Upaya ini pun terus dilakukan PLN hingga saat ini. Jika tidak ada kendala, pada tahun 2017 mendatang, PLN akan mendatangkan mesin generator set (Genset).

“Selain itu, pengoperasian PLTU Teluk Bayur juga direncanakan pada tahun 2017 dengan kapasitas 2 x 7 MW,” tutupnya singkat.(M.S. Zuhrie)