Maratua Jadi Perhatian Khusus Pemkab Berau

TANJUNG REDEB – Perhatian Pemkab Berau sudah mulai banyak tertuju pada Pulau Maratua. Terlepas dari visi misi Bupati yang selaras dengan nawacita Jokowi membangun dari pinggiran, Pemkab Berau telah menaruh atensi besar bagi kawasan Pulau Maratua. Selain menjadi salah satu pulau wisata andalan, Maratua juga dinilai menjadi salah satu magnet Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi kabupaten Berau.

Namun yang jadi pertimbangan lain dan tak kalah pentingnya, yakni Pulau Maratua berada di titik terluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.

“Kawasan Pulau yang ada di perairan terluar tidak hanya jadi perhatian kita di daerah, tetapi juga jadi perhatian pemerintah pusat. Untuk itu, dengan menjadikan kawasan Maratua sebagai KEK, diyakini Maratua  akan menjadi lebih maju lagi, lebih berkembang dengan pesat,” jelas Bupati Berau, Muharram.

Sampai saat ini, kondisi Maratua belum lebih baik dibandingkan dengan Kecamatan lain, terutama jika melihat dari sejumlah kampung yang ada. Perputaran ekonomi di pulau terluar ini dinilai masih lambat.

Sebenarnya pengembangan daerah seperti Maratua oleh Pemkab Berau telah dilakukan. Terutama dengan melaksanakan program pemerintah. Namun, apabila tidak didukung oleh Pemprov Kaltim dan Pemerintah Pusat, maka perkembangan ini akan berjalan sangat lambat.

“Pemerintah pusat pun akan memberikan alokasi dana kepada Maratua. Saya sendiri telah berkomunikasi dengan pihak pemprov terkait wacana ini. Perkembangan daerah dari sektor ekonomi bisa menjadi basis yang kuat di pulau terluar dan perbatasan,” tambahnya.
Dampak lainnya, apabila Maratua ditetapkan menjadi KEK, dikatakan Bupati, yakni kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat. Bupati mencontohkan, apabila selama ini masyarakat di Maratua sebagian besar nelayan, bukan tidak mungkin ke depan menjadi pengusaha yang mandiri. 

“Pastinya akan banyak masyarakat yang beralih usaha. Yang awalnya hanya nelayan, akan berkembang menjadi pengusaha industri kuliner dan sebagainya,” ujarnya.

Berbagai upaya sudah dilakukan Pemkab Berau melalui SKPD terkait. Mulai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk promosi wisata, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) untuk menyelesaikan tuntutan kebutuhan listrik, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan SKPD lainnya. Apalagi saat ini, Maratua juga sudah memiliki bandara perintis dan pelabuhan baru, yang diyakini keduanya menjadi modal utama percepatan pembangunan di Maratua.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau, Taupan Madjid telah berkomitmen membangun infrastruktur di pulau terluar Kabupaten Berau, salah satunya Pulau Maratua. Untuk merealisasikan komitmen tersebut, saat ini DPU telah membangun jalan yang menghubungkan antar empat kampung di Kecamatan Maratua, yakni Kampung Bohe Silian, Payung-Payung, Teluk Alulu dan Teluk Harapan. Diperkirakan panjang jalanan tersebut mencapai 26 Km dengan menelan anggaran sekitar Rp25 Milyar. Namun, disayangkannya, dalam pembangunan pulau terluar tersebut, pemerintah pusat sama sekali belum ada membantu.

“Dengan komitmen yang telah dilakukan pemerintah daerah membangun pulau-pulau terluar tersebut akan mendapat tanggapan dan perhatian dari pemerintah pusat, apalagi dengan menurunnya APBD kita setiap tahunnya. Maka dari itu bantuan dan perhatian pusat sangat diperlukan,” tandasnya.(ea)