Wakil Bupati : Berau Harus Melek IT Hingga Pelosok

TANJUNG REDEB – Setelah Bupati Berau, Muharram, diawal masa jabatannya menyampaikan harapannya tentang pentingnya menguasai Informasi dan Teknologi (IT) dilingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kini, harapan yang sama juga disampaikan Wakil Bupati, Agus Tantomo. Bahkan, Wakil Bupati berharap melek IT itu hingga ke pemerintahan terkecil di kecamatan dan kampung.

Wakil Bupati Agus Tantomo, menyebutkan di era keterbukaan informasi, berkat kemajuan teknologi saat ini, semua kampung diminta mampu mengadopsi media informasi dengan baik.

Dengan maraknya media-media online disebutkan Wakil Bupati, ada banyak infomasi penting yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten yang bisa diketahui masyarakat luas, terutama aparatur pemerintahan kecamatan dan kampung.

Minimal, menurutnya, aparatur pemerintahan kecamatan dan kampung bisa mengakses situs-situs berita online atau mencari informasi yang diinginkan. Sebab, saat ini masyarakat membutuhkan informasi luas terkait pemerintahan, baik dari atas hingga kampung.
 
“Disisi lain media informasi ini sebenarnya menjadi sebuah kebutuhan kampung, karena memberikan efek positif bagi kampung,” jelasnya.

Juga diperlukan kemampuan untuk bisa membuat satu media informasi sendiri, seperti blog untuk memuat informasi seputar daerah guna mempromosikan potensi kampung yang menjadi daya jual, tentunya akan menjadi keuntungan tersendiri yang bisa didapat kampung. Termasuk data yang penting terkait geografis wilayah, juga memberikan gambaran bagi investor luar untuk menilai kecocokan peluang usaha yang bisa dikembangkan di salah satu kampung yang memiliki basis informasi teknologi.

Selain itu, kata Wakil Bupati, keberadaan IT juga merupakan implementasi kebijakan pemerintah terhadap transparansi pemerintahan. Termasuk transparansi ditingkat pemerintahan kampung. Agar warga bisa mengetahui setiap kebijakan, apalagi terkait pengelolaan keuangan kampung.

Memang diakui Wakil Bupati, masih ada kampung di Berau yang belum terjangkau internet, sehinggga memang tidak bisa mengakses atau membuat sebuah media informasi kampungnya secara luas melalui situs internet.

Sepaket dengan masalah internet kampung, disebutkan ada sekitar 30 kampung yang belum teraliri listrik. Ketiadaan listrik otomatis tidak bisa menyediakan jaringan internet. Sehingga penyediaan listrik di kampung-kampung menjadi prioritas pemerintah daerah saat ini.

Lebih penting lagi, aparat pemerintahan kampung wajib melek IT dan mampu membuat satu media iinformasi berbasis IT untuk kampungnya dengan tujuan memangkas jarak geografis antar wilayah.(msz)