KTP Palsu Banyak Di Segah, Ini Kata Camat

 

SEGAH – Di tengah gencarnya upaya mendorong masyarakat untuk melakukan perekaman E-KTP, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau masih saja menemukan puluhan KTP palsu yang beredar, khususnya dari pekerja perkebunan sawit. Bahkan, masyarakat yang tergolong banyak memanfaatkan jasa oknum pembuat KTP palsu itu, berasal dari Kecamatan Segah.

Menanggapi hal itu, Camat Segah, Syafri mengakui kemungkinan adanya beredar KTP palsu di wilayah kerjanya. Sebab, pihaknya sebelumnya memang pernah berupaya menguruskan ratusan pekerja perusahaan perkebunan sawit yang tidak memiliki administrasi kependudukan.

“Dulu ada diusulkan (pengurusan KTP-red) perusahaan lewat kecamatan, sekitar 200-an lebih (pemohon). Kami bawa ke Disdukcapil, tidak bisa diproses sehingga pihak kecamatan mengembalikan berkas ke perusahaan,” ungkapanya saat dikonfirmasi beraunews.com baru-baru ini.

BACA JUGA : Puluhan KTP Palsu Ditemukan, Segah Terbanyak

Sementara, perusahaan mewajibkan karyawannya memiliki KTP. Kondisi itu pun, dinilai Syafri, membuat banyak pekerja di perusahaan tersebut melakukan segala cara agar dapat memiliki dokumen kependudukan, termasuk kemungkinan memanfaatkan jasa oknum pembuat KTP palsu hingga menggunakan calo pembuat KTP asli.

“Setelah kami kembalikan, banyak yang membuatkan KTP palsu karena untuk memenuhi persyaratan perusahaan. Terutama, membuka rekening untuk gaji. Banyak calo yang membuatkan, makanya itu banyak,” katanya.

Terkait dugaan adanya Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang menggunakan KTP palsu untuk berdomisili di Kecamatan Segah, dibantah Syafri dengan tegas. WNA yang dimaksud, dijelaskannya, ialah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya bekerja di perusahaan kelapa sawit sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negera Malaysia.

“Yang masalah itu, karyawan perusahaan, terutama perusahaan yang di Gunung Sari itu, warga Indonesia dari NTT, dari Sulawesi itu, bukan warga Malaysia,” jelasnya.

BACA JUGA : Soal KTP Palsu, Polsek Segah Lakukan Penyelidikan

Mantan TKI itu juga, ditambah Syafri, sekarang tidak lagi bekerja di perusahaan kelapa sawit. Melainkan, berupaya membuka lahan sendiri untuk berkebun kelapa sawit. Para mantan TKI tersebut juga rata-rata telah dilengkapi dengan dokumen administrasi kependudukan yang resmi dikeluarkan Disdukcapil Berau.

“Dia tidak kerja di perusahaan. Dia hanya pekebun sawit mandiri. Dia juga WNI, hanya TKI dari Malaysia. Bukan orang Malaysia, dia WNI dari Sulawesi,” tambahnya.

Oleh karena itu, kembali ditegaskan Syafri, mantan TKI asal Malaysia yang berdomisili di Kecamatan Segah, rata-rata telah memiliki dokumen adminstrasi kependudukan. Misalnya di Kampung Gunung Sari, rata-rata mantan TKI itu tinggal di jalan yang diberi nama Jalan TKI.

“Kalau itu tidak ada masalah, sudah ada semua KTP-nya. Ada yang tinggal di Harapan Jaya, ada yang tinggal di Gunung Sari, makanya ada di Segah itu jalan yang dibilang orang Jalan TKI,” pungkasnya.(Andi Sawega)