Yakinkan Investor Bangun PLTS, Pemkab Berau Datangi Kedutaan Korsel

 

TANJUNG REDEB – Kebutuhan listrik di Berau menjadi perhatian serius Bupati Berau, Muharram  dan wakilnya, Agus Tantomo. Wujudnya, beberapa waktu lalu, keduanya datang langsung ke kompleks kedutaan Korea Selatan menemui Yim Do Kyo, CEO PT Taejin Perkasa investor yang ingin membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati dan Wabup, didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau, Mappasikra Mappaseleng dan Direktur Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB), Najamuddin.

Pada kesempatan itu, Yim menyampaikan, pihaknya bersedia berinvestasi membangun PLTS di Berau dengan biaya seluruhnya berasal dari pihaknya. Hanya saja, pihaknya meminta Pemkab Berau menyediakan lahan yang diperlukan untuk membangun fasilitas PLTS komunal.

PLTS komunal pada dasarnya Solar Home System (SHS) yang di desain berskala besar sebagai alternatif atau solusi penyediaan sumber listrik yang praktis dan flexible guna memenuhi kebutuhan listrik, terutama pada daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN mau pun sebagai sumber listrik cadangan (backup) bilamana sumber listrik utama (primari) terganggu.

Terkait pembelian daya sendiri, selanjutnya akan dilakukan pihak perusahaan dengan PLN yang kemudian menjual kepada konsumen. Sebagai gambaran, pihaknya akan membangun PLTS dengan kapasitas awal yang bisa dibangun sekitat 3 MW dengan tarif 16,5 cen dollar per KWH. Yang menarik kata Yim, prinsip ini First come, first served, artinya yang datang lebih dulu, akan dilayani terlebih dahulu juga.

"Ini sangat menguntungkan daerah dan tidak lagi membebani biaya. Jadi Pemkab harus cepat menangkap peluang ini,” ujar Yim.

Luas lahan yang diperlukan PT Taejin Perkasa untuk membangun PLTS, dikatakan Yip, 1,2 hektar per 1 MW, sehingga untuk 3MW dibutuhkan sekitar 3,6 hektar. Pihaknya, bahkan bersedia membangun PLTS dengan kapasitas 20 MW dengan luas lahan yang dibutuhkan sekitar 24 hektar dan tidak jauh dari interkoneksi milik PLN.

“Setelah pengoperasian selama 20 tahun, aset akan diserahkan kepada Pemkab dan disaat kerjasama dengan PLN, Pemkab juga diberikan saham melalui Perusda atau BUMD. Dan proses pembangunan sekitar 7 sampai 12 bulan saja,” bebernya.

Melihat kebutuhan listrik di Berau dan mencermati penuturan yang disampaikan Yim, Bupati Muharram mengaku antusias dan mendukung penuh keinginan perusahaan untuk segera berinvestasi di Berau.

"Berau bukan hanya butuh 3 MW tapi 20 MW atau bahkan lebih dari itu," kata Muharram.

Muharram mengaku dengan adanya rencana ini, sangat membantu kondisi yang ada saat ini. Sedangkan masalah lahan, Muharam mengakui jika di daerah banyak lahan yang cocok dengan yang disyaratkan PT Taejin Perkasa.

"Ini sangat menguntungkan daerah dan kita tidak mengeluarkan anggaran untuk ini," tegasnya.

Pemkab sendiri akan menindaklanjuti pertemuan tersebut, dengan mengundang PT Taejin Perkasa ke Kabupaten Berau untuk bertemu lintas terkait termasuk dengan PLN dan peninjauan lokasi.

“Selanjutnya Pemkab melalui perusda akan mengurus berbagai perizinan. Groundbreaking (peletakan batu pertama-red) akan dilaksanakan bila perizinan tuntas dilaksanakan,” pungkasnya.(Dedy Warseto)