Terbitkan Izin Lokasi Perkebunan Sawit Di Biduk-Biduk, DPRD Kaltim Sebut Kebijakan Ceroboh

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrohman turut menyayangkan terbitnya izin lokasi rencana pembangunan perkebunan kelapa sawit yang membentang dari Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau sampai Tanjung Mangkalihat, Kabupaten Kutai Timur.

Menurutnya, dengan adanya perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut, jelas berdampak pada potensi pariwisata yang ada di Biduk-Biduk maupun di Tanjung Mangkalihat.

Apalagi saat ini, luasan perkebunan sawit di Kaltim yang efektif tertanam, sudah sangat besar, yakni di atas 1 juta hektar. Hal ini kemudian dikhawatirkan akan mengancam keberlangsungan sumber daya dan ekosistem yang ada di sekitar perkebunan sawit.

"Luasan kebun sawit yang sedemikian besar sangat mengancam daya dukung lingkungan dan ekosistem," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (19/10/2016).

BACA JUGA : Sawit dan Semen di Biduk-Biduk, Jatam dan Anggota DPRD Kaltim Serukan Perlawanan

Disamping itu, ia juga menilai dengan terbitnya izin lokasi untuk PT Kebun Sawit Nusantara (KSN) seluas 17 ribu hektar berdasarkan Keputusan Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Provinsi Kaltim Nomor 503/970/M/BPPMD-PTSP/VI/2016 pada Juni 2016 lalu, sebagai bukti belum maksimalnya pelaksanaan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 17/2015 tentang Penataan Pemberian Izin dan Non Perizinan serta Penyempurnaan Tata Kelola Perizinan di Sektor Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan Kelapa Sawit atau biasa disebut Pergub moratorium izin baru untuk pertambangan, kehutanan dan perkebunan kelapa sawit.

"Perlu konsistensi atas pelaksanaan Pergub itu," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim itu.

Dikatakannya, wilayah Kecamatan Biduk-Biduk dan Tanjung Mangkaliat merupakan kawasan yang sangat potensial bagi pengembangan kepariwisataan. Dimana potensinya bersifat lestari, pengembangannya tidak berdampak terhadap lingkungan, populis (ekonomi kerakyatan) dan berjangka panjang, berbeda dengan sektor industri.

Diketahui juga, selain rencana perkebunan kelapa sawit, wilayah Biduk-Biduk dan Tanjung Mangkalihat juga ada 5 izin industri pabrik semen, salah satunya untuk PT Semen Kalimantan Timur yang berlokasi di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk. Maknanya, bakalan ada eksploitasi untuk menambang batu gamping guna keperluan industri pabrik semen.

Dirinya menganggap, dengan adanya izin industri tersebut merupakan sebuah kecerobohan, lantaran telah mengesampingkan dampak dari kerusakan alam terhadap sektor pariwisata yang ada disekitarnya.

"Jelas merupakan kebijakan yang ceroboh, bila menerbitkan izin baru untuk perkebunan sawit dengan mematikan pengembangan potensi pariwisata," tandas pria yang juga anggota DPRD Kaltim dapil Berau, Kutim dan Bontang ini.(Hendra Irawan)