Sosialisasi Bahaya Narkoba, Ketua BNK Kembali Isi Materi Kuliah

 

TANJUNG REDEB – Sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK), Agus Tantomo, terus memanfaatkan segala ruang gerak atau media yang ada untuk mensosialisasikan akan bahaya narkoba. Hal itu seperti yang terlihat pada Minggu (16/10/2016) pagi kemarin, di Kampus Parapatan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Berau, Jalan Raja Alam II, Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb.

Sebelumnya, Agus Tantomo pun juga telah memberikan materi akan bahaya narkoba kepada generasi muda, khususnya mahasiswa dalam program Pengenalan Mahasiswa Baru (Pesmaba) bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Tanjung Redeb di Kampus STIEM, Jalan Murjani II, Sabtu (27/8/2016) lalu.

Agus Tantomo terlihat memberikan materi pada Program Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa AKN Berau. Ia mengajak seluruh mahasiswa menjauhi bahaya narkoba dan bersama pemerintah untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kabupaten Berau.

Dalam kesempatan itu, ia yang berhadapan dengan para mahasiswa baru menyampaikan, akan bahaya dari mengkonsumsi narkoba. Dimana, mereka yang sudah candu mengkonsumsi narkoba, akan sulit terbebas dan jika harus direhabilitasi, maka perlu rehabilitasi seumur hidup.

Terlebih, terjerumus ke narkoba akan merugikan diri sendiri dan keluarga karena dengan narkoba akan menghabiskan segalanya yang dimiliki. Oleh karena itu, ia mengingatkan, mahasiswa untuk tidak berani mencoba-coba menyentuh barang haram tersebut. Bahkan, ia juga menyampaikan ciri ciri dari pengguna narkoba yang harus dikenali.

“Saya mengajak mahasiswa untuk menjauhi narkoba dan bersama-sama pemerintah mencegah peredaran narkoba,” ungkapnya.

 

Di Berau sendiri, dinilainya, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, Berau yang secara geografis menjadi daerah perlintasan dari beberapa daerah sangat rawan dengan peredaran narkoba.

Bahaya narkoba dapat dilihat dari tingginya penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb yang sudah jauh melebihi kapasitas, yakni 70 persen penghuninya adalah narapidana yang terjerat kasus narkoba.

“Narkoba ini menjadi ancaman yang harus diberantas bersama-sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga membuka ruang diskusi atau sesi tanya-jawab langsung dengan para mahasiswa baru. Bahkan, mahasiswa yang menyimak materi itu, terlihat begitu antusias dengan menyampaikan pertanyaan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BNK dalam upaya memberantas narkoba sendiri.

Menjawab hal itu, Agus Tantomo mengatakan, saat ini BNK yang ada masih memiliki kewenangan yang terbatas. Dimana, BNK hanya bisa melakukan pembinaan, dengan salah satunya melalui sosialisasi dan penyuluhan yang digiatkan ke tengah masyarakat, khususnya kepada generasi muda. Sehingga, sebagai Ketua BNK, ia selalu berusaha untuk turun langsung bertemu dengan generasi muda guna bersama-sama membentuk komitmen memberantas narkoba.

Perlu diketahui, BNK Berau juga tengah diusulkan untuk bisa menjadi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Dimana, tupoksinya akan lebih luas, yakni bisa melakukan penindakan terhadap pelaku peredaran dan pengguna narkoba.(Andi Sawega)