Perkebunan Sawit Rusak Sumber Air Baku PDAM

 

TANJUNG REDEB – Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengakui jika keberadan perkebunan kelapa sawit yang saat ini tengah menjamur di Kabupaten Berau, sangat mengancam ketersediaan sumber air baku bagi operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) di sejumlah kampung.

Adief pun memberikan contoh nyata, seperti IPA yang ada di Kampung Tanjung Batu Kecamatan Derawan. Dimana IPA yang telah berdiri sejak 2001 tersebut kini terancam akan semakin sulit untuk dioperasikan lantaran sumber air baku untuk dikelola sebagai air bersih, telah habis akibat tanaman kelapa sawit. Bahkan, perkebunan kelapa sawit sudah masuk hingga disamping area IPA.

“Ternyata dulu ini ada sungai yang dijadikan sumber air bagi IPA sebelum mangkrak begini. Saat kita tinjau, rupanya sungai sumber airnya sudah kering, akibatnya harus ngebor untuk dapat air. Tapi, ngebor pun belum tentu ada. Ini pengelolaan mau kita ambil alih, tapi perkebunan sawit ini sudah menghabisi kandungan air baku kita,” bebernya kepada beraunews.com, Senin (16/10/2016)

 

Bukan hanya di wilayah Kampung Tanjung Batu, sejumlah IPA di wilayah lain juga kondisinya hampir sama, seperti di Kecamatan Talisayan. Mungkin saat ini IPA di wilayah itu masih cukup aman dari gangguan perkebunan sawit, namun dalam waktu satu tahun atau dua tahun lagi tidak menutup kemungkinan akan mengalami hal yang sama seperti IPA Tanjung Batu.

“Saya baca kemarin sawit ini mengancam pariwisata di Biduk-Biduk. Tapi selain itu, yang perlu diperhatikan perkebunan sawit ini salah satu tanaman yang rakus dengan air, sehingga mengancam sejumlah jaringan IPA yang ada. Ini harus diantisipasi,” tegasnya.

BACA JUGA : Berdiri Sejak 2001, IPA Tanjung Batu Tak Berguna

Saat ini sendiri diakui Adief, ada 8 unit IPA yang di bangun pemerintah, namun hingga saat ini belum dapat beroperasi. Selain faktor ketersediaan sumber daya manusia yang masih minim, salah satu faktor utama mandeknya IPA tersebut, akibat lahan sumber air baku IPA sudah dipenuhi tanaman sawit.

“Semua sekitar 8 IPA yang belum jalan di Berau ini, banyak faktor IPA yang di bangun Pemkab lewat DPU (Dinas Pekerjaan Umum) ini mandek, salah satunya faktor sumber air baku yang berkurang akibat perkebunan sawit,” tutupnya.(M.S. Zuhrie)