Bupati : Kok, Saya Tidak Tahu Masalah Izin Sawit 17 Ribu Hektar Di Biduk-Biduk

 

TANJUNG REDEB – Pemberian izin perkebunan kelapa sawit kepada PT Kebun Sawit Nusantara (KSN) terus mendapat sorotan. Pasalnya, pemberian izin tersebut tak tanggung-tanggung, yakni seluas 17 ribu hektar yang membentang mulai dari Kampung Giring-Giring di Biduk-Biduk hingga Tanjung Mangkalihat di Kabupaten Kutai Timur.

Hal itu pun mengundang kekhawatiran dari banyak pihak. Khususnya, pengaruhnya terhadap ekosistem dan sumber daya alam yang ada di wilayah Kecamatan Biduk-Biduk tersebut.

Disamping itu, pemberian izin kepada PT KSN juga tidak diketahui oleh Pemkab Berau. Hal ini pun mengundang tanda tanya, bagaimana mungkin Pemprov Kaltim  melalui Keputusan Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah Nomor 503/970/M/BPPMD-PTSP/VI/2016 pada Juni 2016 lalu, memberikan izin seluas 17 ribu hektar, sementara Pemkab Berau sendiri tidak tahu soal izin PT KSN itu. Bahkan tidak ada sosialisasi sama sekali yang dilakukan ke masyarakat.

“Perusahaan apa namanya? kok saya tidak tahu masalah ini,” ujar Bupati Berau, Muharram saat dikonfirmasi beraunews.com melalui pesan whatsapp, Minggu (16/10/2016).

BACA JUGA : Ketua DPRD : Sawit Ancam Objek Wisata Di Biduk-Biduk

Lebih lanjut dikatakannya, sejauh ini dirinya memang belum mengetahui perihal izin perkebunan tersebut. Pasalnya, tidak ada pemberitahuan atau tembusan yang diberikan Pemprov Kaltim kepada dirinya terkait pemberian izin itu.

“Tentu saya belum bisa berkomentar banyak karena belum tahu persis titik koordinat, dan hamparannya dimana saja,” ujarnya.

Kecamatan Biduk-Biduk merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi wisata yang cukup luar biasa. Bahkan menjadi ikon pariwisata, baik bagi Kecamatan Biduk-Biduk serta menjadi objek wisata andalan Kabupaten Berau dalam mengundang wisatawan berkunjung. Tetapi sepertinya, keindahan alam yang dibangga-banggakan tersebut sepertinya akan digantikan dengan hamparan perkebunan kelapa sawit.

“Ya semoga saja tidak berpengaruh terhadap objek wisata yang ada disana,” bebernya.(Hendra Irawan)