Wabup Berencana Bentuk Forum LSM

 

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Wakil Bupati, Agus Tantomo berencana membentuk Forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non-Governmental Organization (NGO) yang ada di Kabupaten Berau. Rencana tersebut dikemukakannya dihadapan sejumlah LSM yang hadir saat rapat evaluasi Program Karbon Hutan Berau (PKHB) di Balai Mufakat, Jum’at (14/10/2016) kemarin.

Menurutnya, saat ini cukup banyak LSM, baik lokal dan dari luar yang melaksanakan kegiatan di Berau. Sehingga seringkali program maupun lokasi pendampingan LSM tersebut menjadi tumpang tindih.

“Banyak lembaga yang membuat program yang sama dengan lembaga lainnya, bahkan kadang tempatnya juga sama. Kalau begitu kan mubazir. Hasilnya juga jadi kurang maksimal. Ini baru bicara soal overlap program lembaga satu dengan lembaga lainnya, belum lagi overlap lembaga dengan Pemkab,” ungkapnya.

BACA JUGA : Dampak Lima Tahun Program Mitigasi Perubahan Iklim di Berau

Hal itu menjadi dasar pemikiran dirinya untuk membentuk forum tersebut, agar dapat menjadi sarana komunikasi antara satu lembaga dengan lembaga lainnya, juga sebagai wadah berkoordinasi dan mensinkronisasi program lembaga dengan Pemkab.

Wabup juga menginginkan hubungan antara LSM kepada Pemkab tidak hanya sekadar mendaftarkan diri di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) saja, tapi juga dapat bersama-sama membantu Pemkab dalam menjalankan program-programnya.

“Saya yakin kalau kita lihat AD (Anggaran Dasar)/ART (Anggaran Rumah Tangga) masing-masing lembaga, pasti ada yang menyebutkan perannya untuk membantu pemerintah dalam hal pembangunan. Tapi kalau lembaga itu sendiri tidak mengetahui apa yang sedang menjadi masalah pemerintah, bagaimana mungkin bisa membantu?” katanya.

Maka melalui forum tersebut, ia sangat berharap seluruh LSM dari berbagai bidang yang mereka tangani dapat bersatu dalam forum, baik untuk berkoordinasi program, lokasi pendampingan maupun isu-isu terkait Berau, khususnya lingkungan agar kiranya dapat diselesaikan di dalam forum sebelum dilempar ke ruang publik.

“Banyak program yang tidak bisa dilaksanakan Pemkab karena beberapa keterbatasan, salah satunya defisit anggaran kita saat ini. Nah, kami berharap, lembaga-lembaga ini bukan hanya sekadar terdaftar di Kesbangpol saja, tetapi juga bisa menjadi mesin tambahan untuk membantu Pemkab,” ujarnya.

Dari inisiatif Wabup tersebut, beberapa perwakilan LSM yang hadir menyambut baik wacana tersebut. Begitu juga dengan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Basri Sahrin, yang akan menyiapkan beberapa ruang khusus pertemuan maupun diskusi yang akan dilakukan oleh forum tersebut di Kantor Bappeda.

“Kami juga bisa fasilitasi untuk ruangan berdiskusi kawan-kawan jika nantinya forum ini terbentuk,” ucapnya.(Marta)