Bupati Berau : Masyarakat Bisa Menolak Atau Menerima Setelah Memahami Soal PLTN

 

TANJUNG REDEB – Hearing atau rapat dengar pendapat yang dilakukan Ikatan Pemuda Talisayan (IPT) ke Kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau untuk memastikan kebenaran wacana pembangunan PLTN di daerah mereka, ditanggapi oleh Pemkab.

Seperti diberitakan sebelumnya, IPT menolak pembangunan PLTN dengan beberapa alasan yang dinilai dapat merugikan masyarakat. Adapun beberapa alasan yang dikemukakan oleh Ketua IPT, M. Khairil, tenaga nuklir dinilai bukan merupakan sumber energi yang ramah lingkungan dan terbarukan. Tidak adanya transparansi informasi pembangunan PLTN serta sosialisasi maupun akses informasi kepada masyarakat di Talisayan juga menjadi faktor penolakan tersebut.

IPT menilai, saat ini masih ada potensi energi lokal terbarukan dalam rangka mengadakan kebutuhan energi masyarakat sekitar Talisayan seperti gelombang laut, sinar matahari dan mikrohidro (tenaga air skala kecil) yang dapat menjadi pilihan pemerintah, selain tenaga nuklir.

Potensi kebocoran PLTN baik oleh bencana alam maupun kesalahan manusia (human error), dikatakannya dapat berdampak langsung terhadap lingkungan khususnya potensi wisata yang saat ini tengah menjadi sumber penghasilan masyarakat pesisir Talisayan. Termasuk ancaman terhadap biota laut yang berada di laut Talisayan.

“Pembangunan PLTN di Talisayan tidak pernah dicantumkan dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2013-2018. Juga banyak indikator yang menjadi pertimbangan kami sebagai masyarakat Talisayan untuk menolak pembangunan PLTN tersebut baik dari sisi lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat ke depannya,” ujarnya.

BACA JUGA : Ikatan Pemuda Talisayan Tolak Rencana Pembangunan PLTN

Dikatakan Bupati Berau, Muharram, pembangunan PLTN yang merekomendasikan Berau sebagai wilayah kelolanya tersebut, baru sebatas wacana yang disampaikan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. Namun, untuk memastikan apakah mega proyek tersebut akan disetujui atau tidak oleh Pemprov maupun Pemkab, pihaknya perlu melakukan kajian terlebih dahulu.

“Itu baru wacana Gubernur beberapa bulan lalu, dan kita belum melakukan kajian secara mendetail. Tapi yang namanya sumber energi kan perlu dijajaki terlebih dahulu,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (14/10/2016).

Selain perlu melakukan kajian, Bupati juga mengatakan, dalam tata ruang Kalimantan Timur, PLTN seharusnya memang berada di Berau, khususnya Kecamatan Talisayan.

“Apakah nanti diwujudkan atau tidak tentu masih perlu kajian lebih jauh lagi dan akan kita sosialisasikan dulu dengan masyarakat secara detail. Masyarakat bisa menerima atau menolak setelah memahami secara baik,” ujarnya.(Marta)