Tinggal Klik, Masyarakat Bisa Akses Simpenduk

 

TANJUNG REDEB – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau memenuhi janjinya meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pendaftaran Penduduk (Simpenduk), Senin (11/10/2016) kemarin. Aplikasi ini, bisa diakses melalui perangkat telepon seluler, laptop atau komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Selain agenda launching, kegiatan yang digelar di ruang rapat Disdukcapil, Jalan Mangga II tersebut juga langsung dirangkai dengan sosialisasi dan penyerahan perdana KTP dan KK kepada Camat se-Kabupaten Berau. Diharapkan, para Camat yang hadir juga segera mensosialisasikan ke masyarakat terkait Simpenduk maupun perpanjangan masa perekaman E-KTP.

Kepala Disdukcapil Berau Fredy Suryadie melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Hasnawati mengatakan, aplikasi tersebut merupakan inovasi perubahan yang tujuan utamanya memberikan kemudahan pada masyarakat untuk mengetahui proses kartu kependudukannya.

“Kita akan masuk ke Simpenduk dengan mengetik www.simpenduk.com. Maka, Insya Allah seandainya jaringan (internet) normal, Simpenduk sudah bisa buka,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/10/2016).

BACA JUGA : Masyarakat Tak Perlu Antri Urus KTP

Dalam aplikasi Simpenduk, dijelaskan Hasnawati, ada beberapa menu yang tersedia, antara lain informasi tentang persyaratan masyarakat mendapatkan KK, KTP dan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI). Selain, itu persyaratan untuk melegalisir berkas kependudukan.

Bahkan, menu berupa kotak aduan masyarakat pun telah disediakan dalam aplikasi kependudukan itu. Masyarakat bisa langsung menyampaikan keluhan atau aduan, masukan dan saran melalui Simpenduk dan akan langsung direspon oleh Disdukcapil, berdasarkan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

“Insya Allah Disdukcapil akan mencarikan solusinya ataupun memberikan jawabannya sesuai dengan permintaan masyarakat, tentunya berdasarkan Undang-Undang Kependudukan,” jelasnya.

 

 Lebih lanjut, untuk mengetahui sejauh mana proses kependudukan masyarakat, ditambah Hasnawati, Simpenduk juga dapat digunakan untuk mengetahui proses kependudukan yang sedang dalam status pending atau kelengkapan berkas belum lengkap 100 persen. Pelayanan publik (customer service) yang dibuka dan ditutup sesuai dengan jam kerja Disdukcapil pun tersedia dalam aplikasi tersebut.

“Kalau dia ready, berarti masyarakat sudah bisa mengambil. Sekarang sesuai dengan instruksi Wakil Bupati (Agus Tantomo-red) bahwa KTP dan KK itu diambil di kecamatan. Oleh karena itu, kemarin secara perdana, kami sudah menyerahkan kepada seluruh Camat, KK dan KTP sekaligus menyerahkan spanduk mengenai perpanjangan perekaman E-KTP,” tambahnya.

 

 Mengenai pengambilan KTP dan KK, disampaikan Hasnawati, memang kalau sesuai UU Nomor 23/2013, baru bisa dilakukan setelah 14 hari perekaman. Namun, bagi masyarakat yang memiliki E-KTP dan KK sedangkan ada keperluan untuk pengurusan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), pihaknya akan memprioritaskan agar selesai dalam 1 hari pengurusan.

“Untuk pengurusan Jamkesda, itu diusahakan selesai 1 hari jika ada surat keterangan dari Kepala Kampung berupa surat keterangan tidak mampu. Tidak bisa ditunda-tunda kalau itu,” pungkasnya.(Andi Sawega)