Dispertan Tetapkan Jagung Produk Unggulan Sektor Pertanian

 

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) menetapkan jagung sebagai produk unggulan sektor pertanian. Hal itu diungkapkan Kepala Dispertan Berau, Ilyas Natsir saat ditemui beraunews.com, Rabu (12/10/2016), di ruang kerjanya.

“Yang diharapkan oleh Menteri Pertanian (Amran Sulaiman-red) dan Menteri Desa (Mendes PDTT, Eko Sandjojo-red) bahwa di Kabupaten Berau ini, kita unggulkan jagung,” ungkapnya.

BACA JUGA : Mendes dan Mentan Minta Bupati Tentukan Produk Unggulan Daerah

Kabupaten Berau yang memiliki luar wilayah 34.127,47 km2 dengan luas daratan 21.951,71 km2, diyakini Ilyas, sangat berpotensi menjadi salah satu daerah sentral produksi jagung nasional di Kalimantan Timur. Mengingat, saat ini sebanyak 58 persen produksi jagung Provinsi Kaltim merupakan produk pertanian asal Kabupaten Berau.

“Karena kita ini adalah daerah dengan produksi (jagung) dominan se-Kalimantan Timur, Kabupaten Berau sebesar 58 persen,” ujarnya.

 

 Di tahun 2016 saja, dijelaskan Ilyas, produksi jagung Kabupaten Berau bisa mencapai hampir 10.000 ton per tahun. Dengan luasan lahan baru telah mencapai 2.000 hektar. Selain itu, pemerintah pusat juga mendukung Kabupaten Berau untuk menjadi pusat pengembangan jagung dengan diberikannya bantuan benih jagung untuk luas tanam 3.000 hektar.

“Yang 2016, kita dapat bantuan 3000 hektar dari pusat kemudian ditambah 2.000 hektar jadi 5.000 hektar. Itu bantuan benih dari pusat dan untuk 2017, kita dapat 7.000 hektar,” jelasnya.

BACA JUGA : Genjot Produk Unggulan Daerah, Pemkab Wacanakan Bentuk Perusda

Dengan sistem bercocok tanam jagung yang baik, ditambah Ilyas, petani dapat menghasilkan jagung di atas 5 ton per hektar atau berkisar 6-7 ton per hektar. Untuk produksi rata-rata setiap hektarnya mencapai 4-5 ton jagung pipilan kering.

“Misalnya, masyarakat menanamnya dengan baik, itu kita mendapatkan 5 ribu kali 5 ton, maka 25.000 ton untuk produksinya,” tambahnya.

Beberapa kampung yang menjadi sentra jagung, dikatakan Ilyas, menjadi prioritas penerima bantuan sesuai dengan potensi lahan yang ada. Pengembangan daerah sentral produksi jagung juga telah hampir di semua kecamatan di Kabupaten Berau.

“(Kecamatan) Talisayan, Biatan dan Batu Putih, sekarang juga di (Kecamatan) Sambaliung, Gunung Tabur, Segah dan Teluk Bayur sudah ada. Sudah hampir semua kecamatan, kecuali Pulau Derawan dan Maratua dan Biduk-Biduk belum juga,” pungkasnya.(Andi Sawega)