Bupati Berau : Dinkes Harus Alokasikan Anggaran Penanganan Gizi Buruk

 

TANJUNG REDEB – Untuk menanggulangi gizi buruk yang masih banyak menimpa anak-anak di bawah umur, khususnya usia balita di Kabupaten Berau, perlu dilakukan tindakan observasi terhadap penyebab utama gizi buruk.

Hal itu disampaikan Bupati Berau, Muharram yang mengatakan, penyebab terjadinya gizi buruk dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kondisi ekonomi yang di bawah rata-rata, tingkat pendidikan yang rendah, lingkungan yang tidak sehat, hingga penyakit bawaan atau keturunan.

Menurutnya, dari beberapa faktor tersebut, pemerintah melalui masing-masing lembaga terkait harus melakukan pencegahan dan penanggulangan gizi buruk sejak dini.

“Jadi sebelum kita melakukan sesuatu untuk menanggulangi gizi buruk tersebut, maka perlu kita ketahui penyebab utamanya. Karena setiap orang berbeda-beda, ada yang terkena gizi buruk akibat kondisi ekonomi yang kurang mampu, ada yang karena penyakit, ada juga yang karena ketidaktahuan orang tuanya terhadap gizi anak,” ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (8/10/2016).

BACA JUGA : Ketua DPRD : Jika Ditemukan Anak Gizi Buruk Segera Laporkan

Untuk menangani masing-masing faktor gizi buruk tersebut, Bupati sangat berharap kepada masing-masing SKPD terkait untuk mencarikan solusi. Misalkan, jika gizi buruk terjadi akibat kondisi ekonomi, maka pemerintah harus melakukan pembinaan dari sisi ekonomi atau memberikan bantuan ekonomi kepada kepala keluarga yang bersangkutan.

“Nah, kalau misalkan penyebabnya karena pendidikan yang rendah, maka tentu yang diharapkan adalah pembinaan keluarga sehat dan sejahtera yang lebih ditekankan. Bila memang karena penyakit bawaan sejak kecil, maka perlu diupayakan melalui tindakan medis yang berkelanjutan sampai yang bersangkutan sembuh,” terangnya.

BACA JUGA : Fitra Bocah 2,5 Tahun Alami Gizi Buruk, Disentri Dan Anemia

Ia juga mengharapkan kepada Dinas Kesehatan dan seluruh Kepala Puskesmas untuk segera mendata dan melakukan tindakan kepada anak-anak yang terdeteksi menderita gizi buruk.

“Kalau perlu, semua anak yang dirasa kekurangan gizi agar segera dibawa ke rumah sakit dan ditangani sesuai dengan diagnose masing-masing. Jangan dipulangkan sebelum kondisi gizi mereka kembali pulih dan sesuai dengan standar kesehatan anak,” katanya.

Selain itu, Bupati juga menganjurkan kepada Rumah Sakit maupun Dinas Kesehatan untuk mengalokasikan anggaran khusus menanggulangi gizi buruk.

“Harus ada alokasi anggaran untuk penanganan anak gizi buruk, misal ditemukan ada 10 anak, maka ke-10 anak tersebut segera dihimpun dan diamankan di RSU untuk segera ditangani secara maksimal,” tandasnya.(Marta)