DPRD Apresiasi Penutupan Lamin

 

TANJUNG REDEB – Penutupan lokalisasi prostitusi di Lamin, Kamis (6/10/2016) kemarin, disambut positif oleh berbagai pihak. Salah satunya dari Wakil Ketua DPRD Berau, Sa’ga yang sangat mengapresiasi langkah berani Pemkab melakukan penutupan tersebut. Apalagi, penutupan lokalisasi itu dilakukan tanpa ada perlawanan, dan protes keras dari pihak pengelola.

"Kita sangat mengapresiasi dan mendukung penuh penutupan itu, karena itu juga merupakan program Gubernur Kaltim," ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (7/10/2016).

BACA JUGA : Lamin, Lokalisasi Prostitusi Terbesar Di Berau Itu Akhirnya Ditutup

Ia mengatakan, meskipun Lamin telah ditutup, alangkah baiknya pemerintah terkait melakukan antisipasi penyebaran para PSK, setelah ditutupnya Lamin.

"Meski sudah ditutup bukan berarti selesai. Perlu ada antisipasi sejak dini, terutama pemerintah kampung yang ada disekitar lokalisasi, dan khususnya Tanjung Redeb, yang tidak begitu jauh dengan Lamin," ujarnya.

 

Untuk melakukan hal itu lanjut dia, perlu ada kerja sama diseluruh sektor pemerintah. Terutama dari tingkat RT sampai Kelurahan. Menurutnya, Ketua RT, harus lebih instens dalam melakukan pendataan kepada penghuni kos-kosan maupun penghuni panti pijat. Disamping itu, Ketua RT juga wajib mengumpulkan data identitas terhadap warga yang berada diwilayahnya.

"Karena tidak menutup kemungkinan pekerja dari eks lokalisasi yang telah ditutup ini membuka praktek di rumah kos-kosan maupun panti pijat. Ini yang perlu kita waspadai," jelasnya.

Apa yang disampaikan Sa’ga tersebut memang beralasan. Berkaca pada pengalaman penutupan THM di Kampung Tembudan beberapa waktu lalu. Ada sejumlah PSK eks THM disana pindah ke Tanjung Redeb guna meneruskan praktek prostitusi berkedok panti pijat. Meski pada akhirnya, sejumlah WTS itu berhasil diamankan oleh pihak Satpol PP Berau. Hal itulah yang tak diinginkan Sa’ga kembali terjadi pada penutupan Lamin tersebut.

BACA JUGA : Eks Pekerja THM Tembunan “Gentayangan” Di Tanjung Redeb

"Makanya itu perlu antisipasi sejak dini. Kita ingin Kabupaten Berau bebas dari praktek prostitusi. Kita berharap, tidak hanya sekelas lamin saja yang ditutup. Panti pijat dan tempat lain yang terindikasi menyediakan praktek itu juga dapat ditutup," tandasnya.(Hendra Irawan)