Transmigrasi Nelayan Siap Dilakukan Tahun Depan

 

TANJUNG REDEB – Rencana transmigrasi lokal bagi masyarakat nelayan yang ditempatkan di Pulau Maratua, dipastikan akan terealisasi tahun 2017 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, M. Syarkawi HAB.

Program transmigasi lokal bagi nelayan itu diperuntukkan bagi 50 orang warga dan dimaksudkan sebagai salah satu penataan wilayah di Maratua. Terlebih saat ini, keberadaan pemukiman penduduk di pulau wisata itu masih cukup jarang, hingga perlu dilakukan penataan, salah satunya cara yang paling tepat melalui transmigrasi.

Cukup jarangnya keberadaan pemukiman penduduk itu terlihat dari jarak antara kampung satu dengan kampung lainnya masih cukup jauh, serta tingkat kepadatan penduduk dan persentase penduduk yang paling rendah se-Kabupaten Berau, yakni masing-masing hanya 0,86 per kilometer persegi dan 1,63 persen.

“Semua pendanaan dari kementerian pusat, dan sesuai rencana ini akan dimulai tahun depan. Saat ini memang hanya untuk lokal seperti Kampung Derawan, Biduk-Biduk, Talisayan atau kecamatan lainnya. Dan ini khusus bagi nelayan, bukan umum,“ jelas Syarkawi saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Kamis (6/10/2016).

Nantinya para peserta transmigrasi ini selain akan mendapatkan fasilitas rumah huni, mereka juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas lainya. Seperti sampan, alat tangkap ikan dan sejumlah keperluan nelayan lainnya.

Ditambah lagi, proses pembinaan akan langsung dilakukan pemerintah daerah hingga para transmigran nelayan ini mampu mandiri. Bahkan, panitia pelaksana transmigrasi dari provinsi dan pusat telah menyelesaikan semua proses perizinan dan pemantapan lokasi.

“Sumber pendaan ini dari APBN pusat, kemarin tim dari provinsi dan pusat sudah meninjau lokasi. Dan saat ini lokasi sudah siap dari segala perizinannya. Proses ini sudah dimulai sejak 2015,” ujarnya.

Sesuai dengan program pemerintah pusat, yakni membangun daerah lewat pinggiran, dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Kaltim, hanya 2 kabupaten yang ditunjuk menjadi lokasi transmigrasi, yakni Kabupaten Berau dan Kabupaten Mahakam Ulu.

“Kita beruntung, karena terpilih menjadi salah satu wilayah prioritas pembangunan daerah lewat pinggiran. Mudah-mudahan program ini berjalan degan baik, sehingga terjadi pemerataan pembangunan,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)