Ketua DPRD : Jika Ditemukan Anak Gizi Buruk Segera Laporkan

 

TANJUNG REDEB – Adanya beberapa warga Kabupaten Berau, khususnya yang berusia balita menderita gizi buruk, membuat Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya'diah, angkat bicara.

Sebagai wakil rakyat, ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang dialami beberapa balita tersebut. Kondisi ekonomi, geografis, sanitasi, pendidikan hingga perilaku orang tua, dikatakannya merupakan faktor yang memicu terjadinya gizi buruk pada anak.

"Gizi buruk ini kan terjadi akibat kurangnya nutrisi yang diasup oleh anak, termasuk ketika sedang dalam kandungan. Kalau orang tuanya kurang asupan gizi, maka anak di dalam kandungan juga pasti terdampak," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (6/10/2016).

Saat ini, tidak hanya Kabupaten Berau, namun secara umum yakni seluruh Indonesia, dikatakannya sedang dalam masa memerangi gizi buruk tersebut. Sehingga, sebagai tonggak utama yang membidangi kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) diimbau agar lebih proaktif untuk memberikan sosialisasi terhadap masyarakat akan pentingnya asupan gizi yang cukup, terutama bagi ibu yang sedang mengandung dan balita. Gizi yang dimaksud antara lain seperti karbohidrat, protein, dan kalori, mesti dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya peran Dinkes, ia juga menyebutkan peran Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan pihak-pihak terkait lainnya agar dapat bekerja sama untuk turun langsung ke masyarakat guna memberikan penyuluhan maupun bantuan untuk meningkatkan gizi anak-anak khususnya yang berada jauh dari perkotaan.

"Jika ditemukan penderita gizi buruk, maka segera laporkan dan berikan bantuan agar kondisinya tidak semakin parah. Seperti di perkampungan, anak-anak dan ibu hamil harus mendapatkan gizi yang baik dan seimbang, jangan sampai ketika anak tersebut lahir kondisinya kekurangan gizi akibat orang tuanya yang tidak memenuhi kebutuhan gizi saat anak di dalam kandungan," katanya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang memiliki anak balita agar rutin membawa buah hatinya ke posyandu untuk dilakukan pemeriksaan, pengetahuan dan bimbingan terkait angka kecukupan gizi bagi anak.

"Selain itu, pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat juga menjadi faktor utama agar anak kita terhindar dari gizi buruk," tandasnya.(Marta)