Kebutuhan Daging Sapi Masih Kurang

 

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau saat ini masih mengalami kekurangan pasokan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Hal tersebut diketahui anggota DPRD Komisi II M. Yunus setelah dirinya melakukan komunikasi dengan sejumlah peternak dan pengelola rumah potong hewan.

Dikatakannya, kabutuhan sapi untuk wilayah Kabupaten Berau idealnya per hari mencapai 7 ekor sapi, namun saat ini ketersediaan sapi setiap harinya hanya mencapai 3 ekor, dengan demikian saat ini masih terjadi kekurangan 4 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan wilayah Berau. Akibatnya, tak jarang banyak yang membeli sapi dari luar wilayah untuk menutupi kekurangan itu.

“Saat ini Berau itu berkembang sangat pesat, tapi berkembangnya Berau ternyata tak diimbangi dengan kebutuhan daging kita. Kita tahu saat ini yang seharusnya setiap hari memasok 7 ekor namun hanya 3 ekor, tak jarang ada daging beku dan daging dari luar Berau masuk,” ungkapnya saat berbincang dengan beraunews.com, Selasa (4/10/2016).

Kekurangan pasokan daging lokal tersebut bukan karena stok sapi yang kurang, melainkan sejumlah sapi yang tersedia di kalangan peternak merupakan sapi indukan dan dalam masa produktif, sehingga perlu dikembangbiakan. Hal tersebut telah sesuai dengan sejumlah ketentuan dari pusat terkait larangan pemotongan sapi indukan yang dalam masa produktif.

“Yang paling berkembang di Berau itu Sapi Bali, selain perawatanya yang mudah bibitnya juga mudah didapat, berbeda dengan Sapi Australia, lebih ribet. Tak jarang banyak tidak tepat perawatanya malah mati kan bahaya, apalagi SDM kita belum ahli menangani Sapi Australia,” jelasnya.

 

Saat ini sendiri, jumlah penyebaran peternakan sapi dari pemerintah daerah telah tersebar di sejumlah kecamatan, bahkan telah berkembang pesat, seperti Kecamatan Sambaliung, Talisayan, Gunung Tabur dan Segah. Namun meski perkembangan ternak sapi terus berkebang, belum mampu memenuhi kebutuhan sapi di Berau akibat dari sebagian besar sapi merupakan sapi produktif, sehingga tak bisa potong untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Melihat kondisi tersebut, tentunya harus menjadi pemikiran pemerintah daerah agar kebutuhan sapi di Berau ini dapat terpenuhi, sehingga mampu menekan peredaran daging sapi illegal atau daging beku.

“Intinya, saat ini Berau masih kekuragan stok kebutuhan daging sapi setiap harinya, bagaimana kekurangan ini dapat terpenuhi tentunya harus ada langkah kongkrit pemerintah daerah untuk mengatasinya,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)