Nunggak Lebih 2 Bulan, PDAM Akan Putus Ribuan Sambungan

 

TANJUNG REDEB – PDAM Tirta Segah terpaksa mengambil langkah tegas terhadap pelanggan PDAM yang melakukan penunggakan pembayaran lebih dari 2 bulan. Pasalnya, jumlah tunggakan yang dilakukan ribuan pelanggan PDAM mencapai miliaran rupiah.

Direktur PDAM, Adief Mulyadi saat dijumpai di depan pintu loket pembayaran air membenarkan jika pihaknya tengah melakukan pemutusan atau penyegelan sambungan air PDAM terhadap ribuan pelanggannya yang melakukan penunggakan pembayaran di atas 2 bulan.

“Kita terpaksa harus lakukan langkah tegas ini, karena ini bukan satu atau dua orang yang menunggak tapi seribu lebih. Nah kalau terus dibiarkan bisa semakin bertambah, kan bahaya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (3/10/2016).

Dikatakannya, para penunggak itu bukan hanya kalangan rumah tangga, namun banyak juga dari kalangan perusahaan dan instansi pemerintah. Pelanggan yang memilih menunggak pembayaran tersebut, secara tidak langsung menyulitkan mereka sendiri, sebab semakin besar tungakan selain harus diputus, juga semakin berat membayarnya.

“Bahkan ada pelanggan kita yang nunggak hingga 24 tahun, tak perlu saya sebut siapa, yang jelas kita akan kejar sampai dia melakukan pembayaran. Kalau tidak membayar mau tidak mau saluran akan kita segel sampai dia membayar lunas semua tunggakan,” bebernya.

Proses penyegelan pun mulai dilakukan petugas PDAM, Senin (3/10/2016) hari ini. Namun, pihaknya masih memberikan kemudahaan bagi warga yang menunggak hingga bertahun-tahun, yakni dengan melakukan pembayaran dengan cara dicicil berdasarkan jangka waktu yang disepakati PDAM dan pelanggan.

Dalam praktek di lapangan, diakui Adief, pihaknya menuai protes keras dari pelanggan, namun pihaknya tetap akan bersikeras melakukan pemutusan, menyusul jumlah tunggakan yang cukup besar.

“Kita kasih kelonggaran, pelanggan bisa bayar tunggakan dengan cara nyicil, kalau memang dana mereka belum mencukupi. Tetapi syaratnya, harus ada target berapa lama nyicilnya. Kalau dari target yang telah disepakati belum lunas, kita putus lagi. Ini bukan uang sedikit soalnya,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)