Salut, PT IPB Satu-Satunya BUMD Raih Laporan Keuangan Terbaik Di Indonesia Timur

TANJUNG REDEB – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan penghargaan kepada perusahaan dengan laporan keuangan terbaik dalam ajang tahunan Annual Report Award (ARA) 2015 di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2016) lalu. Penghargaan diberikan berdasarkan praktik Good Corporate Governance (GCG).

ARA terselenggara atas kerjasama 7 instansi penyelenggara yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian BUMN, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, Komite Nasional Kebijakan Governance, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Peserta ARA 2015 sebanyak 303 peserta. Peserta tahun ini meningkat 3,03% dibandingkan tahun 2014 sebanyak 224 perserta.

Dalam kesempatan itu, Menkeu Sri Mulyani hadir dan juga memberikan penghargaan kepada salah satu kategori, yakni BUMD listed (menjual saham ke publik) dalam hal ini PT BPD Jawa Timur, PT BPD Jawa Barat dan Banten serta PT BPD Jawa Tengah.

Hal yang membanggakan dari pemberian penghargaan ini, BUMD milik Pemkab Berau, yakni PT Indo Pusaka Berau (IPB), dalam ARA kali ini juga meraih penghargaan pada kategori BUMD Non-Listed (tidak menjual saham ke publik) dengan predikat ke- 2 atau hanya kalah dari PT BPD Sumsel Babel. Bahkan, PT IPB menjadi satu-satunya BUMD yang meraih penghargaan tersebut untuk wilayah Indonesia Timur.

 

Saat dihubungi beraunews.com, Kamis (29/9/2016) malam, Direktur Utama PT IPB, Najamuddin membenarkan jika PT IPB telah memperoleh penghargaan atas perusahaan dengan laporan keuangan terbaik. Proses penjurian, dijelaskan Najamuddin, dilakukan melalui tahapan penilaian atas laporan tahunan dari seluruh peserta yang dilakukan dengan beberapa tahapan cek dan ricek. Selanjutnya, dari hasil penilaian tersebut, Dewan Juri menentukan nominasi pemenang dari setiap kategori untuk masuk tahap wawancara.

“Yang dinilai secara keseluruhan, itu mulai terkait GCG, laporan keuangan hingga manajemen perusahaan. Selama ini, perusahaan kinerjanya seperti apa yang kita sampaikan ke mereka dan sesuai fakta yang ada di lapangan, itu yang dinilai,” jelasnya.

Dalam tahap wawancara, ditambah Najamuddin, Dewan Juri memanggil dan mewawancarai jajaran manajemen PT IPB. Mulai dari Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direktur Operasional, perwakilan Komisaris hingga Sekretaris PT IPB.

Penilaian melibatkan 9 orang dewan juri, dimana masing-masing dewan juri memberikan berbagai pertanyaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) manajemen perusahaan. Pertanyaan terkait kebijakan terhadap laporan keuangan, kebijakan terhadap pajak yang kemudian dikaitkan dengan tax amnesty, perubahan-perubahan pajak ke depan, regulasi Bank Indonesia (BI), dan sebagainya.

“Yang diwawancarai awal, saya selaku Direktur Utama dan wawancaranya terkait manajemen perusahaan seperti biaya operasional dan laporan keuangan. Kemudian, secara umum masalah visi misi perusahaan. Itu yang waktu itu kami dinilai dan penilainya kurang lebih ada 9 orang,” tambahnya.

 

Dengan perbaikan dalam transparansi informasi, yang merupakan salah satu pilar GCG diyakini akan meningkatkan kesadaran perusahaan untuk menerapkan pengelolaan perusahaan dengan baik serta meningkatkan kesiapan perusahaan di Indonesia untuk bersaing di kawasan regional bahkan global. Najamuddin menilai, keberhasilan ini juga tidak lepas dari kinerja manajemen PT IPB sebelumnya, yang dipimpin Chairuddin Noor selaku Direktur Utama PT IPB.

“Penghargaan ini juga tidak lepas dari kebijakan manajemen sebelumnya,” pungkasnya.(Andi Sawega)