Perekaman E-KTP Diperpanjang, Habis Rekam Fisik KTP Diantar Petugas

 

TANJUNG REDEB – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo telah memberikan kelonggaran kepada masyarakat berupa melakukan perekaman E-KTP di masing-masing daerah hingga pertengahan 2017. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membatasinya hingga September 2016 ini.

BACA JUGA : Mendagri Perekaman E-KTP Hingga 2017

Meski telah diberikan kelonggaran tersebut, tetap saja masyarakat terus membludak melakukan perekaman E-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau. Bahkan, rata-rata sebanyak 150-200 orang yang melakukan perekaman, namun mendekati akhir bulan ini angka itu semakin bertambah mencapai 300 orang. Kondisi ini pun sudah mulai terlihat sejak Senin (26/9/2016) lalu hingga Rabu (28/9/2016).

Hal itu tentu saja menimbulkan kondisi yang tak nyaman dan berdesak-desakan. Atas dasar itu, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, melakukan kunjungan langsung ke Kantor Disdukcapil untuk memantau situasi. Melalui kunjungan tersebut, ada beberapa hal yang diputuskan, antara lain setiap Kecamatan harus memberikan informasi kepada masyarakat jika masa perekaman E-KTP telah diperpanjang oleh Kemendagri hingga 6 bulan ke depan.

BACA JUGA : Ini Sebabnya Perekaman E-KTP Diundur Hingga Pertengahan 2017

“Tadi saya sudah mengambil keputusan dan tolong mendapat perhatian terutama oleh para Camat agar membuat spanduk pengumuman di Kecamatan untuk menghindari membludaknya masyarakat dari kampung ke Kantor Disdukcapil menjelang 30 September ini,” katanya, Rabu (28/9/2016).

 

Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang telah melakukan perekaman E-KTP, Kartu Keluarga, dan lain-lain, tidak perlu lagi mendatangi Kantor Disdukcapil untuk mengambil kartu yang telah jadi, sebab pihak Disdukcapil yang akan mendistrbusikan langsung kepada masyarakat melalui masing-masing Kecamatan.

“Kita lihat mereka datang jauh-jauh karena takut tidak mendapat KTP. Padahal ketika mereka datang, blanko masih kosong sehingga belum bisa dicetak. Kan kasihan kalau seperti ini, apalagi rumah mereka jauh. Jadi, kalau sudah merekam, maka tidak perlu mengambil kartu yang jadi. Masyarakat tinggal menunggu di rumah saja, pasti dibagikan dari Kecamatan,” imbuhnya.(Marta/ M.S. Zuhrie)