Pesisir Selatan Berau Bakal Tambah Satu Kecamatan

 

TALISAYAN – Kepala Kampung Campur Sari, Rasim kembali menyuarakan pemekaran Kecamatan Talisayan. Ia mengatakan, pemekeran Kecamatan Talisayan sudah sangat layak untuk dilakukan. Apalagi, usulan pemekeran yang merupakan inisiasinya itu, juga disebutnya telah didukung oleh pemerintah kampung terdekat.

“Usulan kita ini juga sudah diamini masyarakat kampung, jadi tidak perlu menggalang tanda tangan lagi. Ini juga sudah lama kita suarakan dan proposal sudah kita layangkan. Tinggal menggiring dan mengawal usulan itu di Pemkab,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (27/9/2016).

Seperti diketahui, setidaknya ada 10 kampung di Kecamatan Talisayan, dan berdasarkan peraturan dalam memekarkan kecamatan, setidaknya harus ada lima kampung yang siap membentuk kecamatan baru. Terkait persyaratan tersebut diakuinya, sudah tidak menjadi masalah. Ketika ditanya terkait Ibu Kota Kecamatan, dirinya mengatakan hal itu bisa di Kampung Campur Sari, karena kampungnya tersebut merupakan kampung transmigrasi tertua di Kecamatan Talisayan. Namun yang terpenting kata dia, usulan pemekaran kecamatan itu terealisasi.

“Kita juga didukung oleh beberapa kampung terdekat seperti Bumi Jaya, dan Tunggal Bumi, termasuk dua kampung dari Kecamatan Batu Putih. Jadi, cukup lah untuk membentuk kecamatan baru,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ada banyak keuntungan ketika kecamatan terbentuk. Salah satunya yakni, peningkatan pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, dan efesiensi jarak.

“Sudah jelas banyak dampak positif ketika adanya pemekaran ini. Meskipun tidak terlihat secara instan, namun perlahan hal itu akan terjadi, dan merata. Terlebih untuk fasilitas pendidikan sudah cukup memadai,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku dengan kondisi APBD saat ini mengalami defisit, besar kemungkinan usulan pemekeran kecamatan tersebut akan menemui kesulitan. Kendati demikian, pihaknya akan tetap memperjuangkan pemekaran tersebut, meskipun dikatakannya akan memakan waktu.

“Yang jelas akan tetap kita kawal. Kita harap apa yang kita usulkan ini dapat terealisasi,” ujarnya.

Penelitian beraunews.com berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18/2016 tentang Perangkat Daerah, diketahui jika saat ini Kecamatan Talisayan memiliki tipelogi A dengan nilai 770. Artinya, Kecamatan Talisayan memang mewadahi pelaksanaan dengan beban kerja yang besar sebagaimana aturan Pasal 51 Ayat 2 Huruf a PP Nomor 18/2016.

Dengan demikian, memang memungkinkan untuk dilakukan pemekaran Kecamatan Talisayan, dengan konsekuensi baik Kecamatan Induk maupun Kecamatan Hasil Pemekaran sama-sama memiliki tipelogi B (beban kerja kecil).(Hendra Irawan)