Kurangi Kegiatan, Demi Bangun Rumah Singgah

 

TANJUNG REDEB – Rumah singgah untuk membina para wanita korban kekerasan rumah tangga maupun anak-anak yang kurang perhatian dianggap sangat perlu oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Berau. Sehingga Kepala BPPKB, Wiyati menargetkan akan merealisasikan rumah singgah tahun 2017 mendatang.

Rencana tersebut terhambat akibat tak adanya anggaran untuk merealisasikan itu semua. Tetapi pihaknya, tetap melakukan upaya dengan menangguhkan beberapa anggaran kegiatan.

"Rumah singgah ini kami anggap sangat perlu dan kita sudah koordinasi dengan Bupati terkait hal ini. Tapi kita tidak ada anggaran untuk itu, sehingga kita akan upayakan dengan mengurangi kegiatan yang ada," ujarnya kepada beraunews.com, Selasa (27/9/2016).

BACA JUGA : Kasus Anak Tersangkut Hukum Meningkat, Ini Penyebabnya

Dikatakannya, terkait pengurangan kegiatan tersebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan DPRD Berau dan instansi terkait yang menangani masalah anggaran.

"Meski kita berencana seperti itu, kita akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar ada solusi terbaik, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan pada anggaran yang ada," katanya.

Pentingnya rumah singgah ini sendiri dikarenakan adanya kasus kekerasan terhadap rumah tangga, anak-anak yang kurang perhatian dan mengakibatkan berprilaku kurang baik. Dengan adanya rumah singgah sendiri diharapkan bisa membuat mereka lebih baik.

"Seperti wanita yang menjadi korban kekerasan dan berdampak para perceraian, pasti dia akan menjadi tulang punggung keluarga dan di rumah singgah itu lah akan dilakukan pembinaan agar mereka melakukan hal-hal positif," katanya.

BACA JUGA : Kasus Anak Meningkat BPPKB Butuh Rumah Aman

Selain itu, banyak juga anak-anak yang melakukan tindakan atau berperilaku menyimpang karena orang tua mereka sibuk bekerja demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Tetapi, karena kurangnya pemahaman dari orang tua membuat anak merasa tidak diperhatikan dan mereka mencari perhatian dengan rekan-rekannya.

"Kalau sudah pergaulannya salah itu yang bahaya. Kita disini mengupayakan agar karakter anak juga menjadi lebih baik demi terciptanya generasi yang berkualitas," pungkasnya.(Dedy Warseto)