PT TBP Akhirnya Bayar Pesangon PHK Massal

 

TALISAYAN – PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation yang ada di Kecamatan Talisayan akhirnya membayar pesangon PHK massal, Jum'at (23/9/2016) lalu. Pembayaran pesangon PHK tersebut merupakan tahap pertama, yang dilakukan kepada 50 karyawan pekerja harian lepas.

Ketua DPC SBSI 1992 Berau, Muhidin Dosi mengatakan, sebelum pembayaran dilakukan, pihaknya dengan manajemen PT TBP sempat melakukan koordinasi serius, lantaran ada kesalahpahaman terkait jumlah karyawan yang akan dibayar pesangonnya.

Namun demikian, pembayaran pesangon tetap dilakukan meski memerlukan waktu hingga 2 hari. Pembayaran sendiri dilakukan di salah satu ruang kantor PT TBP, dimana penyerahan uang pesangon dijaga ketat personel Polsek Talisayan.

“Alhamdulillah apa yang kita perjuangkan berhasil, dan berlangsung aman. 50 karyawan yang di PHK juga telah mendapatkan haknya sesuai dengan masa kerjanya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Minggu (25/9/2016).

Meski tuntutan pembayaran pesangon PHK tahap pertama sudah dibayar sepenuhnya oleh pihak PT TBP, namun masih ada pembayaran pesangon PHK tahap kedua. Hal itu, dikatakan Muhidin, sesuai dengan perjanjian bersama antara pihak karyawan dengan PT TBP yang saat itu dilakukan di Disnakertrans Berau.

“Kami berharap nama-nama yang kami ajukan untuk putaran kedua, yakni sebanyak 30 orang dapat direalisasikan sesuai hasil perjanjian bersama,” bebernya.

 

Sementara itu, HRD PT TBP, Hendro saat dikonfirmasi beraunews.com menyampaikan, persoalan pembayaran pesangon PHK tahap pertama sudah selesai
dilaksanakan dengan lancar dan tertib. Terkait pembayaran tahap kedua, tetap akan dilakukan sebagaimana dengan perjanjian bersama.

"Tahap pertama semua sudah selesai, alhamdulillah semua lancar. Sementara tahap kedua berdasarkan kesepakatan dilakukan secara bertahap, sesuai jumlah orang maupun waktunya," bebernya.

Terpisah, Kepala Kampung Cepuak, Lukman Siringo-Ringo mengatakan, sebagian besar karyawan yang di PHK PT TBP merupakan warganya, apalagi lokasi perusahaan juga masuk wilayah Kampung yang dipimpinnya. Untuk itu, ia berharap agar PT TBP dapat memberikan konstribusi besar dalam mensejahterakan para karyawannya.

“Kalaupun tenaganya tidak lagi dipakai, maka hak-haknya harus diberikan sesuai dengan aturan ketenagakerjaan,” pungkasnya.(Hendra Irawan)