Pemetaaan Kawasan Potensi Lumbung Pangan

 

TANJUNG REDEB – Dengan luasan wilayah potensial di kampung-kampung, merupakan kekayaan daerah kabupaten Berau yang tak ternilai. Dengan potensi itu, mampu menghidupi dan menjadi harapan utama masyarakat Berau dari sektor pertanian. Dengan catatan dikelola dengan baik dan benar. Dengan luasan kabupaten Berau yang menyertakan kawasan persawahan dan lahan kering untuk padi, sebenarnya tidak terlalu sulit Berau swasembada pangan.

“Berau ini luas, dan masih banyak yang belum tergarap, kawasan rendah menjadi areal persawahan hampir disetiap kecamatan ada, kemana warga mengelolanya, kita pemerintah daerah pasti akan mendukung,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Berau, Ilyas Natsir kepada beraunews.com baru-baru ini.

Apalagi, kini dengan perhatian lebih dari pemerintah pusat kepada daerah-daerah yang bisa menjadi daerah penghasil pangan seperti Kalimantan termasuk Berau, menjadi perhatian pusat melalui berbagai bantuan. Terutama kawasan kampung yang menjadi lumbung-lumbung padi.

“Kita sudah punya kawasan strategis pertanian padi sawah, seperti Labanan, Merancang, Payung-Payung, Tasuk dan sebagainya, tinggal bagaimana menambah luasan tanam dan peningkatan produksi, kita juga terus disupport pemerintah pusat,” jelasnya lagi.

 

Bahkan, dukungan pusat untuk percepatan program ini, sejak beberapa tahun terakhir mendorong instansi lain ikut berperan aktif dalam program ini. Salah satunya TNI yang didorong melalui Memorandum of Understanding (M0U) untuk bisa memajukan pertanian di Indonesia. Bahkan, sejak dicanangkan hingga tahun ini, Kodim 0902/TRD mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai pemenang lomba pencapaian target luas tanam padi.

“Komitmen Kodim adalah membantu pemerintah daerah dalam hal peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Berau. Namun bukan berarti kita mengambil alih peran dari Dinas Pertanian, tetapi bekerja sama bahu membahu untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Komandan Kodim 0902/TRD, Letkol CZI Slamet Santoso.

Ujung tombak Kodim dalam menerapkan kebijakan satuan atas dalam program ketahanan pangan ini, dititik beratkan pada babinsa-babinsa yang tersebar di Kecamatan-Kecamatan. Menurutnya, ratusan bahkan ribuan hektar lahan tidur yang bisa digarap menjadi kawasan penghasil beras.

“Babinsa memang diharapkan dapat menjadi motivator, fasilitator, dinamisator dan bahkan ada yang mampu menjadi inovator bagi kelompok tani di lapangan dengan tujuan akhir tercapainya program swasembada pangan di wilayah Berau,” imbuhnya.

Termasuk kegiatan pengawalan pendistribusian pupuk subsidi untuk petani agar benar-benar sampai kepada petani yang benar-benar membutuhkan.

“Tentunya semua itu selalu koordinasi dan bekerjasma dengan Dinas Pertanian Berau, kita harapkan kerjasama ini bisa menumbuhkan semangat petani kita juga mampu menjadikan Berau sebagai daerah swasembada dan mampu memenuhi kebutuhan beras Berau,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)