Satpol PP Temukan KTP Sementara Yang Aneh

 

TANJUNG REDEB – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Berau kembali mengamankan 6 orang pekerja tempat pijat tradisional yang tak memiliki izin. Enam orang tersebut diamankan di dua tempat berbeda, Selasa (20/9/2016) lalu sekitar pukul 10.30 Wita.

Rl (36), Kb (39) dan Yn (48) diamankan di Jalan Raja Alam I, Kelurahan Rinding sekitar pukul 10.30 Wita dan My (19), Ds (21) dan KT (31) diamankan di Jalan Raja Alam I, Kelurahan Sei Bedungun.

Diamankannya 6 pekerja panti pijat tradisional tersebut menimbulkan kejanggalan tersendiri. Saat petugas meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik pekerja tersebut, terdapat keanehan pada 2 KTP yang mereka miliki.

Pasalnya, di KTP tersebut sama sekali tak ada yang bertanda tangan dan foto KTP menggunakan pas foto yang hanya di tempel. Sementara format dan bentuk KTP sama dengan KTP Elektronik atau E-KTP.

Menurut salah satu pemilik KTP, Kb mengatakan, ia baru dua minggu membuat KTP di Kecamatan Tanjung Redeb. Namun, ia hanya diberi KTP sementara dengan wujud tersebut dan dijanjikan akan dihubungi jika KTP sah telah selesai dibuat.

"Ini KTP sementara katanya, nanti dihubungi lagi kalau yang asli sudah jadi," ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (23/9/2016).

 

Selain itu, keanehan lainnya yang ditemukan, KTP tersebut  hanya berbentuk kertas biasa yang dilaminating serta tanggal pembuatan tidak sesuai dengan dikeluarkannya KTP sementara tersebut. Hal itu pun sempat membuat petugas merasa aneh dan heran dengan KTP sementara milik pekerja pijat tersebut.

"Iya ya, saya juga baru lihat tidak ada tanda tangannya. Saya baru buat dua minggu lalu, tidak tahu juga kenapa di KTP itu keluarnya tahun 2015," tambahnya.

Kb mengakui, ia meminta pertolongan dengan orang yang dikenalnya baik untuk mengurus KTP agar bisa segera keluar atau tidak mengikuti prosedur yang sah.

"Kenal baik saja sih, jadi saya minta tolong diuruskan dan dikasih KTP ini untuk sementara saja katanya," pungkasnya.(Dedy Warseto)