Wabup : Pegawai Pemerintah Jauhi Narkoba, Atau Saya Sikat

 

TANJUNG REDEB – Tertangkapnya Aw (29), oknum tenaga kontrak di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atau disebut dengan Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) akibat pesta narkoba jenis sabu, tentunya mencoreng citra kesatuan Satpol PP yang notabene merupakan aparatur Pemkab Berau yang bertindak sebagai penegak peraturan daerah atau perda.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo yang ditemui di ruang kerjanya mengakui, jika sampai saat ini pihaknya belum melakukan langkah apapun terhadap oknum tersebut. Namun, secara administratif, statusnya selaku tenaga kontrak bakal diputus dan tidak diperpanjang lagi.

“Kalau sesuai dangan bukti yang ada dan dia benar-benar bersalah, pasti kita berhentikan sesuai ketentuan. Karena sudah mencoreng nama satuan mereka sendiri. Apalagi dia hanya sebatas honorer atau PTT dengan sistem kontrak per tahun,” ungkap Wabup kepada beraunews.com, Kamis (22/9/2016).

BACA JUGA : Sayangkan Tenaga Kontrak Gunakan Sabu, Wabup Evaluasi SKPD

Kendati demikian, Pemkab akan melakukan peninjauan lebih dalam, sejauh mana oknum tersebut mengunakan barang haram tersebut, apakah hanya pemakai atau menjadi seorang pengedar.

“Kalau pelaku ini korban dan bukan pengedar atau bandar, sepatutnya kita usulkan untuk direhabiltasi, Namun upaya rehabilitasi tersebut saat ini tidak dapat dilakukan di Berau, melainkan dilaksanakan di panti rehabilitasi Kota Samarinda,” jelasnya.

 

Selama proses rehabiltasi tersebut, dikatakan Wabup, sejatinya seluruh pembiayaan ditanggung Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau. Tapi, saat ini anggaran untuk rehabilitasi bagi masyarakat yang tersandung masalah obat-obatan terlarang, belum tersedia. Sehingga, jika memang pihak keluarga menginginkan Aw tidak ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb, otomatis harus di rehabilitasi oleh BNN Provinsi Kaltim dengan biaya di tangung sendiri.

“Anggaran rehabilitasi yang harus di tangung itu sekitar Rp20 jutaan per orang. Kalau masuk di Rutan, khawatirnya kenal bandar besar, begitu keluar rutan malah menjadi pengedar. Jadi, langkah baiknya memang harus di rehabilitasi, tapi saat ini pakai dana sendiri,” bebernya.

Melihat peristiwa ini, Wabup kembali menegaskan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk menjauhi dunia hitam . Sebab, selain merusak diri sendiri, juga merusak keluarga dan citra pemerintah. Terlebih secara tegas, pemerintah sudah mendeklarasikan perang terhadap narkoba.

“Pokoknya saya kembali tegaskan, pegawai pemerintah main-main sama narkoba terus ditangkap polisi, saya sikat habis. Memalukan kita saja,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)