Aneh, Di Merancang Lahan Sengketa Ada Transaksi Jual Beli

 

GUNUNG TABUR – Sepertinya persoalan tapal batas kampung masih banyak terjadi. Jika di Kecamatan Batu Putih ada Kampung Batu Putih, Lobang Kelatak dan Ampen Medang yang masih belum menemui kata sepakat. Persoalan yang sama juga terjadi di Kecamatan Gunung Tabur tepatnya antara Kampung Merancang Ulu, Melati Jaya, dan Kampung Merancang Ilir.

Berdasarkan informasi, persoalan batas kampung tersebut sudah terjadi cukup lama, namun hingga saat ini masih belum menemukan titik terang. Bahkan dalam penyelesaiannya, pemerintah kecamatan juga pernah menggelar pertemuan dengan menghadirkan masing-masing pemerintah kampung, tetapi masih jauh dari harapan.

Pjs Kepala Kampung Merancang Ulu, Bijju menyampaikan, memang saat ini untuk ketiga kampung masih belum ada kata sepakat terkait dimana tapal batas masing-masing.

“Belum selesai, karena masing-masing kampung mempertahankan pendapatnya,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Jum’at (16/9/2016).

Sebenarnya hal itu dianggapnya wajar, jika kepala kampung bertahan pada apa yang diyakininya. Termasuk persoalan tapal batas. Salah satu alasan utama kenapa sampai sekarang tapal batas tersebut masih belum selesai, karena kepala kampung ingin mendapatkan wilayah yang luas.

“Jadi yang seperti ini sudah biasa. Makanya sampai sekarang itu tidak selesai-selesai,” bebernya.

 

Terkait hal itu, dikatakannya, masing-masing pemerintah kampung yang bermasalah dengan tapal batas juga sudah beberapa kali dimediasi oleh pemerintah kecamatan. Hanya saja, setiap kali dilakukan pertemuan, selalu pemerintah Kampung Merancang Ilir tidak hadir, berbeda dengan pemerintah Kampung Melati Jaya. Akibatnya, mediasi yang digelar pemerintah kecamatan pun tak berjalan maksimal.

“Setiap ada pertemuan, Kepala Kampung Merancang Ilir maupun Kaurnya juga tidak pernah hadir. Tapi dalam waktu dekat ini pemerintah kecamatan akan kembali menggelar pertemuan terkait persoalan ini. Semoga saja nanti semua kepala kampung dapat hadir, agar masalah ini selesai,” bebernya.

Ketika ditanya terkait kabar adanya dugaan transaksi lahan sengketa yang berada di wilayah Kampung Merancang Ulu dan Kampung Merancang Ilir yang dilakukan oleh oknum masyarakat, Bijju mengatakan, kalau soal itu pihaknya tidak tahu secara pasti. Namun, dikatakannya, memang ada orang berduit dan orang penting di Berau yang telah memiliki lahan sengketa itu.

“Kita tidak tahu cara transaksinya seperti apa, padahal ini kan masih sengketa. Kabarnya juga, warga yang merasa memiliki lahan itu juga akan menggugat,” ungkapnya.

Sementara itu, upaya beraunews.com meminta konfirmasi Kepala Kampung Merancang Ilir, M. Rizal, dengan mendatangi ke rumah pribadi, serta ke kantor kepala kampung, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Hanya saja, salah seorang pegawai kantor mengatakan, Rijal sedang berada di Tanjung Redeb karena ada urusan.(Hendra Irawan)