Mendagri Buka Berau Expo 2016, Ini Pesannya

 

TELUK BAYUR – Event pameran pembangunan bertajuk Berau Expo yang dirangkai dengan peringatan hari jadi Kabupaten Berau ke-63 dan Kota Tanjung Redeb ke-206, Kamis (15/9/2016), resmi dibuka.

Event yang digelar di Kompleks Pasar Sanggam Adji Dilayas itu dibuka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo didampingi istri Erni Tjahjo Kumolo selaku Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Istri Gubernur Kaltim Suharni Amelia Faroek selaku Ketua Dekranasda Kaltim dan Istri Bupati Berau, Sri Juniarsih selaku Ketua Dekranasda Berau. Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita di pintu utama arena Berau Expo.

Mendagri Tjahjo Kumolo juga meninjau stand yang diikuti instansi pemerintah, organisasi kepemudaan dan dunia usaha. Terlihat hadir juga, Ketua DPRD Berau Syarifatul Sya’diah beserta anggota dewan lainnya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), pejabat di lingkungan Pemkab Berau dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Mendagri Tjahjo Kumolo, mengucapkan selamat kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Berau yang merayakan hari jadi Berau ke-63 dan Kota Tanjung Redeb ke-206. Mendagri yang hadir di Bumi Batiwakkal, mewakili Istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, selaku Ketua Dekranas pusat, yang rencana awal membuka Berau Expo 2016.

Dengan adanya Berau Expo, Mendagri mengharapkan, event tahunan ini menjadi wadah untuk menampilkan potensi daerah, seperti kerajinan daerah khas Kabupaten Berau. Dimana, Dekranas juga terus menggali potensi-potensi di seluruh kabupaten/kota. Setidaknya, setiap daerah memiliki ciri khas kerajinan daerah yang dapat menjadi produk unggulan daerah. Yang tidak hanya mampu dipasarkan pada daerah tersebut, namun sudah bisa ke skala regional, nasional maupun internasional.

“Selain kerajinan, juga ada kulinernya yang harus ditonjolkan di masing-masing daerah,” ungkapnya.

Sesuai yang diungkapkan Bupati Muharram, disampaikan Mendagri, Pemkab Berau sendiri memang memiliki konsep untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kerajinan daerah. Dengan didukung pelaku usaha, salah satunya PT BUMA. Oleh karena itu, seluruh aparatur pemerintahan kampung pun diharapkan mendukung konsep tersebut.

“Ada 110 desa dan kelurahan, yang kami harapkan para kepala desa dan kelurahan untuk mengorganisir dan menggerakkan masyarakat, bagaimana membantu Bupati dan Wakil Bupati, DPRD, forum pimpinan daerah, serta seluruh pejabat disini untuk menumbuhkan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Berau ini,” harapnya.

 

Kedepan, Kabupaten Berau, diharapkan Mendagri, menjadi daerah tujuan pariwisata berkelas internasional yang mampu bersaing dengan tempat wisata lainnya di Indonesia, seperti dengan Pulau Bali, Kepulauan Raja Ampat, Danau Toba, Pulau Komododan Pulau Seribu.

“Lebih kurang ada 50 pulau yang memiliki potensi dikembangkan di wilayah Berau ini, yang menonjol tadi ada Pulau Maratua dan Derawan,” harapnya kembali.

Dengan adanya Berau Expo ini, Mendagri juga akan mendukung pembangunan Kabupaten Berau yang ke depan akan semakin meningkat dengan terus menampilkan ciri-ciri khusus Berau sebagai daerah tujuan wisata. Kemudian, ia juga berpesan kepada Pemkab Berau untuk memfokuskan pengembangan sektor pariwisata pada pulau-pulau yang menonjol dan bernilai jual tinggi, sehingga ke depan pariwisata Berau semakin baik dan terkenal di dunia.

“Fokuskan pada satu aspek yang menonjol di Berau ini. Punya 50 pulau, seleksi mana yang bisa dijual (dikembangkan-red). Punya situs-situs purbakala yang memiliki nilai sejarah yang besar membangun dua kesultanan yang ada di Berau ini, banyak peninggalan-peninggalan yang dikembangkan,” pungkasnya.(Andi Sawega)