Upacara HUT Berau, Bupati Minta Masyarakat Belajar Dari Para Pejuang

 

TANJUNG REDEB – Upacara Hari Jadi Kabupaten Berau ke-63 dan Kota Tanjung Redeb ke-206 yang dilaksanakan di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, dihadiri Bupati Berau, Muharram bersama Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, Ketua DPRD, sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, serta masyarakat.

Penampilan tari kolosal bertemakan ‘Sejarah Perlawanan Kerajaan Kabupaten Berau Terhadap Kolonial Belanda’ yang dibawakan puluhan pelajar dari beberapa SMA sederajat tersebut, berlangsung hikmat dan meriah. Tarian yang menceritakan sejarah kemerdekaan Berau tersebut juga menceritakan detail perjuangan tokoh-tokoh Berau dalam merampas kemerdekaan dari tangan kolonial Belanda. Tak hanya masyarakat Berau, beberapa suku dari tanah air seperti Dayak, Bugis dan Jawa juga turut berperan dalam memerdekakan Bumi Batiwakkal.

 

Semangat pembangunan dan melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu dalam konteks yang berbeda mesti dimiliki semua lapisan masyarakat untuk menjadikan Berau lebih baik. Hal itu disampaikan Bupati, yang juga mengatakan saat ini negara kita mesti lebih mengencangkan ikat pinggang, dalam artian memanfaatkan apa yang ada dengan lebih baik untuk mencapai sesuatu yang maksimal.

Terkait dengan sejarah perjuangan yang dituangkan dalam seni tari tersebut, Bupati dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat jika saat ini pemerintah juga sedang menghadapi bencana yang tak kalah memberatkan, yakni defisit anggaran.

“Kita semua tahu ini musibah pertama kalinya menimpa negeri ini. Dan satu-satunya cara kita menghadapinya adalah mengambil keputusan sejeli mungkin terhadap rancangan anggaran,” ucapnya.

 

Di momen peringatan HUT Berau dan Tanjung Redeb ini, ia juga meyakinkan agar masyarakat tidak panik terhadap hal tersebut. Sebaliknya, ia mengajak seluruh masyarakat dan segenap pemerintahan untuk belajar dari perjuangan yang dilakukan pendahulu Berau yang tetap tegar menghadapi situasi yang terjadi.

“Kita harus belajar mengambil hikmah dari apa yang terjadi saat ini, menjadikan kita jadi kreatif, cerdas dan tidak hanya bersandarkan pada pendapatan dari pusat saja. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan APBD yang hanya Rp75 miliar per tahun, kita tetap bisa eksis dan berjalan,” ungkapnya.

Secara umum, melalui peringatan HUT Berau dan Tanjung Redeb, ia mengharapkan ke depan Berau dapat menjadi lebih baik dan mandiri, sehingga ketika suatu saat nanti terjadi sesuatu yang lebih buruk menimpa APBD, Berau dapat terus menjadi Kabupaten yang hidup di atas kaki sendiri.(Marta)