Mendagri Perekaman E-KTP Hingga 2017

 

TELUK BAYUR – Apa yang disampaikan Plh Kepala Biro Pemerintahan Setprov Kaltim, Khairid Daha terkait angin segar yang diberikan pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo kepada masyarakat berupa kelonggaran melakukan perekaman E-KTP di masing-masing daerah hingga pertengahan 2017, terbukti kebenarannya.

Pasalnya, angin segar tersebut kembali diungkapkan Mendagri Tjahjo Kumolo saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau dalam rangka Berau Expo 2016 untuk memperingati hari jadi Kabupaten Berau ke-63 dan Kota Tanjung Redeb ke-206.  

BACA JUGA : Pemerintah Beri Kelonggaran Perekaman E-KTP Hingga 2017

Dikatakan Mendagri, proses perekaman E-KTP tidak akan dibatasi hingga September 2016 ini. Namun, pihaknya mengharapkan jika masyarakat dapat segera melakukan perekaman E-KTP.

Sesuai data yang ada, jumlah masyarakat yang wajib memiliki KTP pada 31 Desember 2015 sebesar 182.588.494 jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk Indonesia pada 30 Juni 2016 sebanyak 257.912.349 jiwa.

Jumlah penduduk yang sudah melakukan perekaman pada 30 Agustus 2016 sebanyak 162.047.403 jiwa. Oleh karena itu, masih ada 20.541.091 jiwa penduduk Indonesia yang belum melakukan perekaman E-KTP.

“Kita memang menginginkan percepatan, perekaman itu akan dilakukan setiap hari,” ujar Mendagri Tjahjo Kumolo di sela-sela kunjunganya di stand pameran Disdukcapil Berau, Kamis (15/9/2016).

Terkait seringnya terjadi kekosongan blangko E-KTP, Mendagri mengatakan, terjadinya bukan karena faktor kesengajaan atau keterlambatan sistem pengadaan. Melainkan, pihaknya memang masih membatasi karena tujuannya untuk menghindari adanya penimbunan blangko. Dengan demikian, daerah dapat menyelesaikan prioritas target pencetakan. Selama ini, pemerintah pusat memang tak bisa memberikan sesuai permintaan daerah, hanya sesuai kebutuhan mereka saja.

“Saya minta setiap daerah memesan blangko E-KTP sesuai kebutuhan. Jadi daerah lainnya kebagian juga. Karena pengalaman pada tahun 2015 distribusi blangko yang dibagi terlalu longgar membuat daerah kurang fokus pada pemakaian blangko dan target-target yang harus diselesaikan,” bebernya.

Di Berau sendiri, hingga saat ini memang terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang melakukan perekaman E-KTP sampai 200 persen dari hari biasanya. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan rencana batas akhir perekaman 30 September 2016.

“Sejak adanya berita tentang pembatasan waktu perekaman hanya boleh sampai akhir September, jumlah perekam meningkat drastis dari hari biasanya, target kita 18.000 warga harus melakukan perekaman tapi jumlah tersebut sampai saat ini belum terpenuhi, bahkan baru sebagian saja,” tutup Kepala Disdukcapil Berau, Fredy Suryadie kepada beraunews.com usai mengikuti upacara hari jadi Kabupaten Berau.(M.S. Zuhrie)