Calistung Tak Diterapkan Di PAUD/TK, Solusi Atau Pembodohan

 

TANJUNG REDEB – Kementerian Pendidikan Nasional (Mendiknas) melalui Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menginstruksikan pendidikan PAUD dan TK agar tidak lagi menerapkan sistem membaca, menulis dan menghitung (Calusting). Namun kebijakan ini kemudian menimbulkan pertanyaan dibenak orang tua.

Hal itu disebabkan, begitu lulusan PAUD atau TK melanjutkan ke Kelas 1 Sekolah Dasar, murid sudah dihadapkan dengan pelajaran yang menggunakan kalimat-kalimat utuh. Sementara, di PAUD maupun di TK sendiri, murid sudah tidak diajari untuk Calistung. Wajar kemudian, jika orang tua atau wali murid bertanya-tanya, bagaimana mungkin murid bisa langsung membaca kalimat utuh, sementara murid sendiri belum belajar atau diajari mengeja kalimat.

Kasi PAUD Dinas Pendidikan Berau, Achmad Nadirsyah mengatakan, memang untuk Calistung baik di PAUD atau TK sendiri memang tidak lagi diterapkan. Murid PAUD atau TK hanya dikenalkan dengan huruf dan angka. Ia juga mengatakan, untuk tes masuk sekolah dasar memang sudah tidak lagi diterapkan calistung, melainkan tes tersebut hanya tes formal saja atau pemberkasan.

“Karena jika mulai di PAUD murid ini sudah ditekankan untuk belajar, maka lima tahun ke depan anak ini sudah tidak mau lagi belajar. Makanya dengan instruksi itu, di PAUD atau TK itu mereka menghabiskan lebih banyak untuk bermain. Setelah melanjutkan ke sekolah dasar barulah anak ini menyesuaikan dengan kurikulum K13. Memang di buku K13 kalimat ejaan sudah tidak ada lagi,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Rabu (14/09/2016)

Terkait hal tersebut, ia menyampaikan para orang tua tak perlu khawatir dengan perkembangan anak. Karena hal itu dikatakannya, telah diatur sedemikian rupa oleh Kementerian Pendidikan yang didalamnya menyertakan para ahli dibidangnya.

“Dan ini sudah terbukti lulusan PAUD atau TK itu cemerlang, sehingga tidak sulit bagi mereka untuk menyesuaikan dengan pelajaran di sekolah dasar,” bebernya.

Sementara ditambahkannya, instruksi Mendiknas yang ditindak lanjuti oleh Dinas Pendidikan Berau telah sesuai dan tidak ada masalah dengan hal itu. Namun, ia juga tidak menampik masih ada kesalahpahaman antara orang tua dengan sistem yang diterapkan.

“Memang kita akui itu. Makanya kita juga ingin orang tua juga ikut berpartisipasi untuk memberikan pembelajaran di rumah, jadi tidak harus di sekolah belajarnya,” ujarnya.

Apalagi disampaikannya, anak yang sekolah di PAUD atau TK memiliki kelebihan yang tidak dimiliki anak yang tidak mengenyam pendidikan tersebut. Salah satunya, anak lebih berani maju ke muka umum, dan lebih pandai dalam berinteraksi.

“Nah ini bisa kita lihat saat ada acara perpisahan. Mereka lebih berani dan percaya diri. Saya kira meski di PAUD atau TK mereka hanya dikenalkan dengan huruf dan angka, namun mereka juga akan lebih cepat menyesuaikan dan siap untuk pelajaran di sekolah dasar jika sudah lulus dari PAUD nanti,” pungkasnya.(Hendra Irawan)