Orang Tua Pintu Utama Membentuk Mental Anak

 

TANJUNG REDEB – Deklarasi anti narkoba yang diselenggarakan Kodim 0902/TRD, sebagai bentuk perlawanan dan memerangi narkoba oleh seluruh elemen masyarakat, dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Wiyati merupakan sebuah tindakan positif yang harus didukung semua pihak, terutama dalam memberantas narkoba yang menjerumuskan anak-anak usia dini.

Salah satu peran paling utama untuk menjauhkan anak dari bahaya narkoba, menurutnya adalah peran keluarga, khususnya orang tua. Berdasarkan beberapa kasus yang pernah terjadi pada sejumlah anak yang ada di Kabupaten Berau, baik itu kasus narkoba, menghisap lem hingga kenakalan lainnya, disebabkan ketahanan keluarga yang kurang sempurna.

“Jadi, yang perlu ditekankan itu adalah bagaimana lingkungan keluarga dan pendidikan sejak dini dapat membentuk karakter anak untuk berperilaku yang sesuai dengan budaya, etika dan moral yang berlaku di masyarakat kita,” ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (14/9/2016).

Tidak hanya kepada anak yang bermasalah dan berlaku menyimpang, BPPKB akan bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk memberikan pemahaman dan advokasi kepada para orang tua anak-anak yang berperilaku menyimpang.

Pemahaman yang dimaksud akan lebih ditekankan kepada cara orang tua menghadapi perilaku anak yang bermasalah sesuai dengan karakter masing-masing anak. Sehingga akan ditemukan satu titik dimana orang tua dan anak dapat saling mengerti dan memahami satu sama lain.

“Kita juga punya program khusus untuk memberikan pemahaman kepada orang tua untuk menghadapi anak mereka yang bermasalah. Misalkan anak yang suka ngelem, terjerat narkoba atau pergaulan bebas, kita akan panggil orang tuanya untuk memberikan mereka pemahaman bahwa penyimpangan yang dilakukan anak itu tidak seutuhnya karena mereka, tetapi ada peran keluarga yang belum maksimal yang menyebabkan mereka demikian,” ucapnya.

Sementara itu, ia juga berharap pada kasus narkoba yang semakin banyak menjerat anak usia dini, orang tua harus lebih aktif mensosialisasikan kepada anak secara langsung terkait bahaya yang ditimbulkan narkoba.

“Kita tidak hanya berharap pada lembaga-lembaga saja yang memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada anak-anak kita, tetapi kita sebagai orang tua yang harus lebih pro aktif memberikan sosialisasi kepada mereka,” pungkasnya.(Marta)