Soal Biaya Sambungan Baru, Ini Penjelasan PDAM

TANJUNG REDEB – Meski mampu menjawab tantangan Bupati Berau, Muharram dan wakilnya, Agus Tantomo untuk segera merealisasikan adanya pemasangan Sambungan Rumah (SR) baru di tahun 2016. Namun, biaya pemasangan sekitar Rp2.685.050,00 masih dinilai tinggi oleh masyarakat. Sebab, angka tersebut jauh berbeda dengan biaya pasang baru yang dikeluarkan pihak PDAM pada tahun 2008 hingga 2010 lalu, yakni sebesar Rp1.150.000,00.

Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengungkapkan, dalam pemasangan tahap pertama ini sebenarnya Pemkab Berau telah memberikan subsidi kepada pelanggan. Sehingga, terjadi pengurangan biaya SR baru, yang seharusnya senilai Rp4,1 juta turun menjadi sekitar Rp2.685.050,00.

Kebijakan Pemkab itu, dikatakan Adief, berdasarkan perhitungan dari 24 item material aksesoris yang digunakan, sebanyak 11 item memanfaatkan aksesoris yang berasal dari pengadaan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau, sementara 13 item ditambah dengan biaya administrasi dan upah kerja pemasangannya ditanggung masyarakat selaku calon pelanggan. Subsidi ini khusus ditujukan kelompok rumah tangga (non real estate) serta kelompok sosial umum dan khusus.

“Hampir semua kita datangkan dari luar. Tidak ada beli di Berau karena stok di Berau paling ukuran untuk beberapa rumah saja sedangkan yang kita datangkan itu ribuan item,” jelasnya.

BACA JUGA : Meski Sudah Disubsidi Pemkab, Biaya Sambungan Baru Tetap Dinilai Mahal

Terkait resi pembayaran pasang baru yang menuai komentar miring dari masyarakat, Adief memaklumi hal tersebut. Sebab, dalam resi itu memang ada sedikit kesalahan penulisan daftar biaya. Dimana, dalam struk hanya tertulis biaya administrasi sebesar Rp2.435.500 ditambah materai Rp6.000, ditotal menjadi Rp2.685.050,00. Artinya, ada selisih sekitar Rp243.550,00, yang tidak jelas merupakan biaya apa.

Dikatakan Adief, selisih itu merupakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dari keseluruhan total biaya yang ada, namun tidak muncul dalam print out resi tersebut. Namun, saat ini, pihaknya telah melakukan perbaikan sehingga biaya PPN 10 persen itu akan muncul dalam print out resi tersebut

“Iya itu sudah benar, hanya memang item pajak belum muncul di print outnya. Kita mau mengubah agak lama karena itu harus ke BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan-red). Resi yang terbaru sudah kami perbaiki, sudah masuk PPN-nya,” jelasnya.

 

Sementara Kepala Sub Bagian Produksi PDAM Tirta Segah, Asra Samsut menambahkan, untuk mempercepat pemasangan tahap pertama, ditambah Asra, pihaknya langsung melakukan pengadaan barang sebanyak 7 kardus dengan pengirimannya menggunakan transportasi udara.

“Bahkan, saat pemasangan awal ini kita kelabakan karena tidak ada dijual disini. Kita naik pesawat untuk datangkan itu. Ada 7 koli (dus) itu untuk memulai pekerjaan awal, masih ada fotonya kita turunkan lewat maskapai. Itu untuk mempercepat pengerjaannya,” tutupnya.(Andi Sawega)