Meski Sudah Disubsidi Pemkab, Biaya Sambungan Baru Tetap Dinilai Mahal

TANJUNG REDEB – Mulai 24 Agustus 2016 hingga Desember 2017, PDAM Tirta Segah mulai merealisasikan pemasangan 7.367 daftar tunggu Sambungan Rumah (SR) dari beberapa Kecamatan yang terdaftar sejak Januari 2008 hingga Mei 2016, yang sempat tertunda sejak 8 tahun terakhir.

Untuk pelayanan yang merata, maka tahap pertama sebanyak 1.541 SR akan dilakukan pemasangan pada September 2016-Desember 2016, diprioritaskan bagi pendaftar periode 2008-2010. Tahap kedua sebanyak 2.204 SR akan dipasang Januari 2017-Juni 2017, diprioritaskan bagi pendaftar periode 2011-2013, sementara sebanyak 3.622 SR akan dipasang Juli 2017- Desember 2017, diprioritaskan bagi pendaftar periode 2014-2016.

BACA JUGA : Ini Alasannya Kenapa 8 Tahun PDAM Bisa Layani Pemasangan Baru

Berdasarkan arahan Bupati Berau Muharram dan Wakil Bupati Agus Tantomo, harga standar pemasangan SR yang diberlakukan PDAM Tirta Segah yang semula sekitar Rp4,1 juta dipangkas menjadi sekitar Rp2,7 juta per SR tepatnya Rp2.685.050,00. Dengan demikian, Pemkab Berau mensubsidi setiap SR sebesar Rp1,4 juta.

Meski sudah disubsidi Pemkab, biaya pemasangan tersebut tetap banyak memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak, utamanya kenaikan biaya yang dinilai cukup signifikan. Sebab, angka tersebut jauh berbeda dengan biaya pasang baru yang dikeluarkan pihak PDAM pada tahun 2008 hingga 2010 lalu, yakni sebesar Rp1.150.000,00.

Seperti yang disampaikan, Sri Astuti, warga Jalan Durian III Gang Waru. Dikatakannya, dirinya melakukan pendaftaran pemasangan baru sejak bulan Maret 2010 lalu. Saat itu, dirinya hanya diminta sebesar Rp1.150.000,00 untuk pasang baru.

“Dulu pas daftar, diminta bayar Rp1 juta 150 ribu untuk pasang baru. Waktu itu belum bayar, nanti dibayar kalau sudah mau dipasang,” katanya.

BACA JUGA : Asik, Pemkab Subsidi Biaya Pemasangan Sambungan Rumah

Terkait adanya kenaikan biaya tersebut, Sri menilai, selama pemasangan baru ini dapat terealisasi, dirinya tetap akan membayar biaya pasang baru yang ditetapkan PDAM tersebut. Pasalnya, dirinya telah menunggu lama agar pengadaan air bersih dirumahnya segera terealisasi. Selama ini, ia pun mengandalkan tetangganya yang terlebih dahulu menjadi pelanggan PDAM.

“Sebenarnya sedikit berat. Tapi, tergantung PDAM saja, yang penting kita bisa dipasangkan air. Lama betul sudah kita menunggu, sejak 2010. Sudah mau 7 tahun, kami di rumah belum dapat air dan hanya menyambung sama tetangga,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Yanti, warga Jalan Durian III lainnya. Dia mengatakan, dirinya telah mendaftar pemasangan SR baru sejak bulan April 2009 lalu. Bahkan, dirinya telah mendaftar sebanyak 2 kali. Namun, pada pendaftaran pertama di tahun 2008, dokumen pendaftaranannya hilang dan tidak terdaftar untuk pasang baru, sehingga ia pun mendaftar kembali.

“Sebenarnya berat, tapi mau diapa dan sudah lama menunggu. Selama ini menyambung sama tetangga juga,” pungkasnya.(Andi Sawega)