Akhirnya, PDAM Lakukan Uji Kualitas Air

 

TANJUNG REDEB – Guna menjaga kualitas air bersih yang diproduksinya, PDAM Tirta Segah memiliki jadwal rutin pengujian kualitas air pada badan air Sungai Segah, Sungai Kelay, di reservoar serta yang telah distribusikan ke pelanggan. Hasil laboratorium pemeriksaan sampel air yang diuji mulai tanggal 1 Juni hingga 13 Juni 2016 tersebut pun telah keluar.

Pengujian per tiga bulan ini dilakukan menggunakan Laboratorium Penguji Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kaltim, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Samarinda. Dari laporan hasil uji per bulan Juni 2016 tersebut, secara umum air PDAM masih layak untuk di konsumsi masyarakat.

“Kita melakukan pemeriksaan lengkap kualitas air per tiga bulan. Sampel air diambil di 3 titik, yakni dari badan air/sungai/waduk, dari reservoar dan yang sudah didistribusikan ke pelanggan. Ada tiga titik pengambilan sampel air, setiap IPA,” ungkap Kepala Sub Bagian Produksi, Asra Samsut didampingi Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi saat ditemui beraunews.com di ruang rapat Kantor PDAM Tirta Segah, Jalan Raja Alam, Jum’at (9/9/2016).

PDAM Tirta Segah yang memiliki 6 Instalasi Pengelolaan Air (IPA) akan melakukan pengujian secara bergantian. Dikatakan Asra, jika sebelumnya pihaknya telah melakukan pengujian pada 3 IPA, yakni IPA Teluk Bayur, Labanan dan Singkuang. Selanjutnya, pihaknya juga akan melakukan pengujian baku mutur air pada IPA Raja Alam, Sambaliung dan Merancang.

“Per tiga bulan itu, tadi kan IPA Teluk Bayur, Labanan dan Singkuang. Selanjutnya, IPA Raja Alam, Sambaliung dan Merancang dan hasilnya baru seminggu kemarin keluar. Tapi, belum saya buat resumenya,” katanya.

Sementara itu, Direktur PDAM Adief Mulyani menjelaskan, dari laporan hasil uji tersebut, pihaknya akan melakukan langkah-langkah penanganan yang tepat sehingga kualitas air bersih yang produksi PDAM tetap terjaga dan dapat dikonsumsi oleh pelanggan. Sebab, pengujian dilakukan dari segi fisika, kimia maupun biologi.

"Kompetensi dosis bahan kimia yang ada sesuai standarisasi, untuk menyatakan suplai air PDAM yang sudah memenuhi standar air. Dengan uji standarisasi air bersih tersebut, masyarakat sebagai pelanggan akan yakin dan puas menggunaan air PDAM untuk sehari-hari," ujarnya.

Diketahui, sistem pemeriksaan sampel yang dilakukan laboratorium ialah pemeriksaan lengkap dengan jumlah parameter 35 untuk badan air dan 28 parameter untuk air bersih.

“Dari hasil uji itu, kita akan terus berupaya meningkatkan kualitas air kita dengan melakukan beberapa langkah penanganan, seperti 1). Optimalisasi interaksi air dengan udara (Aerasi), 2). Penyaringan air dengan media pasir silika (Filter), 3). Pendosisan bahan kimia yang optimum serta 4). Pemakaian disenfektan untuk pembasmi kuman,” pungkasnya.

Diketahui pada tahun 2014 lalu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim menemukan jika sejak 8 tahun terakhir pengujian kualitas air produksi PDAM tak lagi dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

Saat itu, Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Berau, Erfandi menerangkan, berdasarkan Permenkes No 492/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air menyatakan kualitas Air harus memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan mikrobiologi, fisika, kimia dan radioaktif. Persoalannya, Kesda Dinkes mempunyai kemampuan peralatan yang terbatas pada uji bakteriologi dan uji kimiawi sederhana saja.(Andi Sawega)