Eks Pekerja THM Tembunan “Gentayangan” Di Tanjung Redeb

 

TANJUNG REDEB – Wanita Tuna Susila (WTS) yang sebelumnya bekerja di lokalisasi prostitusi berkedok THM di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, saat ini banyak ditemukan di tempat-tempat prostitusi berkedok Pijat Tradisional di Tanjung Redeb.

Sebelumnya, lokalisasi disana secara resmi ditutup Senin (29/8/2016) lalu dan saat itu pihak pengelola berjanji akan memulangkan para pekerja mereka ke kampung halamannya.

Kepala Satpol PP, Iramsyah melalui Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan (Binwaslu), Said Idrus mengatakan, beberapa hari terakhir pihaknya bersama tim melakukan pengawasan beberapa tempat yang terindikasi adanya kegiatan menyimpang. Dalam operasi tersebut, pihaknya menemukan beberapa orang yang sebelumnya bekerja di THM Kampung Tembudan.

“Lebih dari 10 orang yang kita temukan di beberapa panti pijat. Karena pasca penggusuran kemarin tak ada wadah dan mereka juga belum pulang ke kampung, bisa jadi mereka ke Tanjung Redeb untuk bekerja dengan kerjaan yang sama dengan sebelumnya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (9/9/2016).

BACA JUGA : Lokalisasi Di Tembudan Resmi Ditutup, Pengelola Berencana Dirikan Karaoke Keluarga

Terkait temuan tersebut, pihaknya berencana akan menyerahkan mereka ke Dinas Sosial (Dinsos) guna diberikan pembinaan terhadap para WTS tersebut.

“Rencananya kami akan serahkan ke Dinsos, dan kami sudah lakukan koordinasi dengan mereka agar cari solusi untuk para WTS ini,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinsos Berau, Harlen Sitorus mengatakan, sebenarnya untuk penanganan seperti ini ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan seperti halnya menempatkan mereka sementara di suatu tempat untuk dilakukan pembinaan sebelum dipulangkan.

“Kita perlu bina mereka, baik dari sisi prilaku dan juga keagamaan mereka selama 3 hari,” jelasnya.

BACA JUGA : Pastikan Tak Ada Lagi Prostitusi Di Kampung Tembudan

 

Namun, upaya tersebut belum bisa dilakukan oleh Dinsos, mengingat tak adanya tempat untuk menampung sementara para WTS, untuk itu pihaknya akan menyampaikan hal ini kepada Bupati Berau, Muharram agar ada solusi untuk menangani permasalahan ini.

“Kita tidak  punya tempat dan anggaran untuk ini. Kami akan sampaikan ini kepada Bupati dulu agar kita bisa diberi solusi terbaik untuk mengatasinya,” pungkasnya.(Dedy Warseto)