Belajar Dari Pengalaman, Panitia Festival Manuntung Jukut 2016 Gelar Rapat Teknis

 

TANJUNG REDEB – Bertempat di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau, panitia pelaksana kegiatan manutung jukut atau festival bakar ikan, melaksanakan rapat teknis pelaksanaan yang dihadiri lebih dari 125 orang peserta. Manutung jukut merupakan salah satu agenda dalam memperingati hari jadi Kabupaten Berau ke-63 dan Kota Tanjung Redeb ke-206.

Ketua Panita Pelaksana Manuntung Jukut, Ramli yang memimpin rapat tersebut mengatakan, rapat ini sangat perlu dilakukan guna menata dan mensinergikan sejumlah ketentuan yang diberlakukan panitia selama proses bakar ikan berlangung agar festival manutung jukut berjalan lancar dan sukses.

“Ini kegiatan ketiga selama tiga tahun berturut, berkaca dari tahun sebelumnya yang pesertanya terus meningkat, hingga berakibat kekacauan, maka kita panggil para peserta untuk bisa menata setiap stand yang telah disediakan. Jangan sampai ada kekacauan sebelum acara dimulai,” ungkapnya dihadapan peserta rapat, Kamis (8/9/2016).

Adapun sejumlah ketentuan yang harus ditaati para peserta, yakni 1). Proses pembakaran ikan baru boleh dilakukan setelah didahului oleh Bupati dan Wakil Bupati, 2). Peserta tidak diperbolehkan membawa pulang segala peralatan yang disediakan panitia, 3). Tidak diperbolehkan membawa ikan yang belum dibakar pulang ke rumah, serta 4). Peserta diwajibkan hadir di lokasi acara sejak pukul 7.00 Wita.

“Tahun lalu banyak yang tidak sabar, acara belum mulai sudah banyak yang bakar duluan. Kemudian ikan juga banyak yang dibawa pulang, alat-alat banyak hilang juga. Jadi kita minta nanti tim sukarelawan itu lebih teliti jangan sampai seperti ini terjadi lagi,” tambahnya.

BACA JUGA : Baturunan Parau dan Irau Manutung Jukut Diundur 18 September Mendatang

Festival bakar ikan tahun 2016 ini, dipastikan Ramli, akan jauh lebih meriah dari pada tahun sebelumnya. Pasalnya, dari jumlah ikan yang akan disediakan pihak panitia jauh labih banyak dari dua tahun sebelumnya, yakni 4 ton ikan segar yang diambil dari nelayan lokal Berau.

 

Selain untuk memeriahkan hari jadi, kegiatan ini juga merupakan sarana untuk mensosialisasikan program gemar makan ikan yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan guna meningkatkan konsumsi ikan laut.

“Ini juga merukan program kita, yakni gerakan gemar makan ikan. Berau diakui masih minim jumlah konsumsi ikanya. Kita berharap dengan kegiatan ini, tingkat konsumsi ikan nantinya akan semakin tumbuh, sehingga meningkatkan penghasilan nelayan lokal kita,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)