Bupati Serahkan 210 Berkas Izin Tambang Ke Gubernur

 

SAMARINDA – Bupati Berau, Muharram menyerahkan 210 berkas izin tambang kepada provinsi. Hal ini sebagai wujud diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana pertambangan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Prosesi penyerahan dokumen tersebut berlangsung, di Kantor Gubernur Kaltim, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, para Bupati/Walikota dan Kepala Dinas Pertambangan se-Kaltim, Kamis (8/9/2016).

Dokumen yang diserahkan Bupati terdiri dari 61 Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi batubara dan 22 IUP Produksi batubara. Sedangkan perizinan lainnya yang diserahkan sebanyak 9 berkas IUP eksplorasi batubara yang dicabut izinnya, 1 berkas IUP eksplorasi batu gamping dan 117 berkas Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Dalam kesempatan itu, Gubernur meminta agar Bupati/Walikota dalam situasi sekarang ini, hendaknya lebih kreatif dan inovatif. Akan banyak investor yang ingin menanamkan modalnya di Kaltim, dan sebagai bentuk dukungan Bupati/Walikota se- Kaltim hendaknya memberikan dukungan penuh.

"Berikan kemudahan dalam perizinan," kata Gubernur.

Begitupun dalam kegiatan ekspor, Gubernur menantang para Bupati/Walikota agar menggairahkan kegiatan ekspor langsung (direct call)dari Balikpapan.

"Kita tak perlu ekspor melalui Surabaya, cukup melalui bandara dan pelabuhan di Balikpapan," tegasnya

Banyak komoditas di daerah, seperti komoditas hasil perikanan, hasil hutan ikutan maupun hasil olahan yang memiliki potensi ekspor. Ini yang harus diupayakan ekspor langsung, agar bisa mendapatkan nilai tambah maupun penguatan ekonomi di daerah.

Hal lain yang disampaikan Gubernur, terkait energi listrik baru terbarukan. Potensi di daerah juga cukup besar, selain tenaga air juga bisa dikembangkan energi biogas maupun biomass. Kebutuhan akan listrik di masa mendatang cukup besar dan ini juga peluang bagi daerah.

Merespon pernyataan Gubernur tersebut, Bupati Berau, Muharram menilai hal tersebut sebagai langkah angin segar yang dihembuskan kepada daerah, khususnya pada kegiatan ekspor langsung.

"Sektor perikanan nampaknya sangat berpeluang, dimana selama ini para pedagang melakukan ekspor melalui Surabaya," ungkap Muharram.

 

Sedangkan inovasi di sektor energi, Muharram mengaku sudah melakukan sejak awal dilantik menjadi Bupati. Ia bahkan melakukan jemput bola kepada investor yang ingin menanamkan modalnya, khususnya investasi sektor energi menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Ia juga menyoroti soal kelembagaan yang menangani sektor energi listrik di masa mendatang, pasca berakhirnya kewenangan di sektor pertambangan dan energi. Harusnya lembaga ini tetap ada, meskipun kewenangan perizinan sudah tidak dimiliki. Tapi harus tetap ada yang bertanggungjawab.

"Kami mendapat informasi di Kukar masih tetap dipertahankan, walaupun dengan nama SKPD yang baru," ungkap Muharram.(Hms/bnc)