Berulang Kali Didemo Warga, PT JEK Tetap Kukuh

 

BATU PUTIH – Untuk ketiga kalinya masyarakat Kampung Batu Putih melakukan aksi demo di depan kantor manajemen PT Jabontara Eka Karsa (JEK). Unjuk rasa yang diikuti puluhan orang tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian, TNI dan keamanan perusahaan.

Berdasarkan informasi, masyarakat kesal lantaran tuntutan lahan plasma sebesar 20 persen tidak ditanggapi perusahaan. Dalam aksi demo tersebut, juga dihadiri Camat Batu Putih, Saharuddin dan Dinas Perkebunan Berau.

Saat dihubungi, Saharuddin menyampaikan, terkait masalah tersebut dirinya enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan, demo tersebut terkait tuntutan lahan plasma kepada perusahaan. Menurutnya aksi itu sudah dilakukan warga Batu Putih beberapa kali, namun sepertinya masih belum dikabulkan pihak perusahaan, sehingga warganya kembali melakukan aksi.

"Tuntutannya itu lahan plasma. Cuma kalau lebih jelasnya, silahkan tanya Kepala Kampung Batu Putih. Kalau saya komentar takut salah," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (8/9/2016)

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Berau Fattah Hidayat saat dihubungi beraunews.com menyampaikan, soal tuntutan masyarakat Batu Putih soal plasma 20 persen kepada PT JEK tidak direalisasikan perusahaan. Masyarakat lanjut dia meminta kompensasi lain kepada perusahaan.

"Mereka meminta kompensasi diganti dengan uang. Perusahaan jelas tidak mau, dan menolak. Makanya masyarakat mau ke DPRD Kaltim," ujarnya.

 

Ia mengatakan alasan masyarakat menuntut lahan plasma tersebut berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Sementara perusahaan menolak tuntutan masyarakat, karena Hak Guna Usaha (HGU) PT JEK terbit tahun 1997-1998, dan Izin Usaha Perkebunan (IUP) tahun 2000 jauh sebelum Permentan tersebut terbit. Sehingga menurutnya, sulit bagi perusahaan untuk mengabulkan permintaan masyarakat tersebut.

"Karena ditolak, makanya masyarakat ingin melanjutkan ke DPRD Kaltim. Kalau mediasi dengan pemerintah kabupaten mungkin sudah delapan kali. Memang tidak bisa dikabulkan, karena memang sudah aturannya seperti itu. Kita tunggu saja nanti hasil di DPRD Kaltim seperti apa," bebernya.

Sementara upaya beraunews.com untuk mengkonfirmasi Kepala Kampung Batu Putih Krisdiyanto, dan manajemen PTJEK, David Saragih melalui sambungan telepon seluler tidak mendapat tanggapan.(Hendra Irawan)