Kondisi Memprihatinkan, Pengawasan Jembatan Sambaliung Justru Belum Maksimal

 

TANJUNG REDEB – Kondisi jembatan kerangka baja yang menghubungkan Kecamatan Tanjung Redeb dan Kecamatan Sambaliung, yang dinilai sudah  memprihatinkan, menjadi perhatian Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Berau.

Saat ini pihaknya berusaha melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melintas di jembatan tersebut. Beberapa kendaraan besar seperti truk tronton dan truk roda 12 menjadi kendaraan yang ‘diharamkan’ untuk melintasi jembatan itu.

Pasalnya, batas maksimal kendaraan yang boleh melintasi jembatan tersebut sekitar 8 ton. Melebih dari itu, kendaraan tidak boleh melintas dengan alasan keamanan. Terkait adanya beberapa truk besar yang masih dapat melintas di jembatan tersebut, pihaknya mengaku tidak bisa selalu 24 jam mengawasi kendaraan yang melintas.

BACA JUGA : Kondisi Jembatan Sambaliung Mengkhawatirkan, Dishub dan Polres Diminta Turut Mengawasi

“Nah, jembatan ini seperti kita makan buah simalakama. Kalau kendaraan ditahan dan tidak boleh melintas, mau lewat mana lagi. Tapi kalau tidak ditahan, tidak aman untuk jembatan. Jadi mau tidak mau kita membatasi beratnya. Kalau masih seperti truk kecil saja masih aman,” ungkap Abdurrahman U, Kepala Dishubkominfo Berau, saat ditemui beraunews.com, Rabu (7/9/2016).

 

Namun diakuinya, saat ini yang menjadi kendala untuk menentukan batas maksimal kendaraan yang melintas adalah tidak adanya jembatan timbang yang berfungsi untuk mengetahui berat kendaraan. Meski pihaknya telah beberapa kali mengusulkan kepada pemerintah pusat terkait pembuatan jembatan timbang, namun hingga saat ini tidak bisa diwujudkan.

BACA JUGA : Jembatan Sambaliung Memprihatinkan, UPTD PU Kaltim Hanya Berani Tambal Sulam

“Saat ini kita hanya bisa mengira-ngira saja berapa berat kendaraan yang melintas. Karena untuk membuat jembatan timbang seperti yang pernah kita usulkan, terakhir pada saat rapat koordinasi, itu harus melalui pemerintah pusat. Sedangkan sampai saat ini pemerintah pusat belum bisa menganggarkannya,” pungkasnya.(Marta)