PDAM Akui Kualitas Air IPA Singkuang “Kurang Bagus”

 

TANJUNG REDEB – PDAM Tirta Segah mengakui jika kualitas air dari Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Singkuang masih kurang baik lantaran masih banyak mengandung zat organik. Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi saat memantau langsung proses perawatan dan perbaikan IPA Singkuang, Selasa (6/9/2016) kemarin.

“Hasil laboratorium memang masih ada yang kurang bagus dari IPA Singkuang ini, khususnya zat organiknya. Kalau secara kasat mata, ketika air ini masuk di bak dan kita diamkan sehari atau semalam, itu kelihatan ada endapan di dasar, bak maka itu zat organik,” ungkapnya.

Diakui Adief, kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggannya memang belum maksimal. Namun, kualitas yang ada saat ini tidak akan berdampak pada kesehatan pelanggan. Standar kandung zat organik yang terkandung dalam air bersih, seharusnya berada di bawah 0,3 miligram (mg) per liter.

“Walaupun secara medis tidak berbahaya, tapi kan kualitas belum bagus lah bagi kami. Kalau yang ada ini, kalau tidak salah hampir 0,4 sampai 0,5 mg/liter kandungan zat organiknya,” bebernya.

BACA JUGA : PDAM Mulai Pembersihan Reservoir IPA Singkuang, Pelayanan Sedikit Terganggu

Terkait kualitas air dari dua sumber berbeda, yakni Sungai Segah dan Sungai Kelay, dijelaskan Adief, kandungan air dari Sungai Kelay memang lebih baik ketimbang Sungai Segah. Sebab, kandungan zat organiknya yang kecil dan kadar asam-basa (pH) yang juga masih normal.

Kondisi ini tentu akan menguntungkan IPA yang sumber airnya dari Sungai Kelay lantaran bahan kimia penjernih air yang digunakan akan sedikit ketimbang yang digunakan IPA dengan sumber airnya dari Sungai Segah.

 

“Sungai Kelay itu lebih bagus mutunya daripada Sungai Segah. Kandungan zat organiknya yang kecil kemudian pH-nya juga normal. Itu yang kita anggap bagus,” jelasnya.

Namun, semua itu juga tergantung pada perawatan dan kebersihan IPA yang ada. Oleh karena itu, pihaknya akan kembali melakukan pembersihan dan perawatan total pada IPA Sambaliung dan Teluk Bayur.

“Sesuai hasil evaluasi lab kita, kemungkinan Sambaliung dan Teluk Bayur. Kita akan cari momen yang tepat dan menunggu ini (IPA Singkuang-red) stabil dulu, baru mungkin Sambaliung dan Teluk Bayur berikutnya,” pungkasnya.(Andi Sawega)