Kecamatan Biatan Jemput Bola Rekam E-KTP Ke Kampung

BIATAN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta petugas kecamatan pro aktif mendatangi masyarakat di pelosok daerah. Namun, hal itu harus diikuti inisiatif masyarakat untuk mau mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Hal itu dikatakan Mendagri menyusul batas akhir untuk merekam data kependudukan atau membuat KTP elektronik (E-KTP) sampai dengan 30 September 2016 mendatang.

Menyikapi penyampaian Mendagri dengan batas waktu yang singkat dan ribuan warga Biatan yang belum melakukan perekaman E-KTP, Kecamatan Biatan lakukan inisiatif perekaman secara offline guna memudahkan pengurusan secara kolektif dengan jemput bola ke kampung-kampung.

BACA JUGA : Mendagri Minta Kecamatan Aktif Data Warga

Seperti pantauan beraunews.com pada kegiatan perekaman yang dilaksanakan di kantor Kepala Kampung Biatan Lempake dipadati warga yang belum melakukan perekaman, Selasa (6/9/2016).

Camat Biatan, Damhir melalui Kasi Pemerintahan, Tri Suyatno mengatakan, kegiatan perekaman dilakukan guna membantu meminimalisir banyaknya warga Biatan yang belum melakukan perekaman E-KTP.

“Kegiatan ini inisiatif dari kecamatan guna melengkapi data kependudukan warga Biatan dan kegiatan hari ini di kampung Biatan Lempake merupakan kampung kedua yang kami kunjunhi setelah kemarin kami laksanakan di Kampung Manunggal Jaya,” jelasnya.

BACA JUGA : Ribuan Warga Biatan Belum Rekam KTP

Dikatakannya, perekaman hanya dikhususkan bagi warga yang belum melakukan perekaman dan untuk kegiatan kependudukan lainnya seperti pembuatan KK dan akte kelahiran dilaksanakan normal di kecamatan yang setiap 2 minggu sekali dilansir ke Disdukcapil Berau.

“Perekaman khusus buat yang belum melakukan perekaman, sedangkan urusan kependudukan lainnya seperti KK dan akte kelahiran dilaksanakan normal di pelayanan kecamatan,” ujarnya.

BACA JUGA : 30 September Batas Akhir Perekaman E-KTP, Disdukcapil Terus Diserbu Warga

Sementara Kepala Kampung Biatan Lempake, Andi Mulyadi menyambut baik insiatif yang dilakukan pihak kecamatan. Pasalnya, dengan langkah tersebut, selain mengurangi jumlah warga yang belum memiliki E-KTP, juga sangat terbantu meringankan biaya pengurusan.

“Pemerintahan kampung menyambut baik inisiatif ini karena dilakukan secara kolektif, sehingga warga kami tidak harus turun ke Tanjung Redeb. Bayangkan berapa biaya transportasi dan waktu yang habis jika warga kami harus mengurus sendiri ke Tanjung,” tutupnya singkat.(Ade S.CVB)