Defisit Anggaran, Standarisasi Perjalanan Dinas Turun

TANJUNG REDEB – Defisit anggaran yang dialami Kabupaten Berau bukan hanya berdampak pada pembatalan beberapa proyek lelang. Namun, dana perjalanan dinas pun menjadi salah satu yang harus dipangkas pendanaannya.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengatakan, terkait perjalanan dinas sendiri Pemkab menurunkan standarisasi perjalanan dinas. Seperti, standar saat menggunakan transportasi udara maupun uang saku pejabat.

"Terkait perjalanan dinas, itu kita turunkan standarisasinya," ungkapnya kepada beraunews.com, Minggu (4/9/2016).

BACA JUGA : Defisit, Anggaran SKPD Dipangkas Minimal 5 Persen

Dikatakannya, seperti halnya saat menggunakan transportasi udara, Bupati dan Wabup sekarang harus menggunakan kelas ekonomi, selain itu untuk hotel pun dikurangi anggarannya atau menggunakan hotel yang kelas lebih rendah.

"Kita gunakan yang ekonomi sekarang, kalau hotel sebenarnya kita cari hotel yang nominalnya kurang dari standar yang biasanya digunakan," tambahnya.

BACA JUGA : Defisit Anggaran, Ini Langkah Muharram

Selain itu, uang saku pun dipangkas drastis yang biasanya perjalanan dinas Bupati dan Wabup sekitar Rp1,4 Juta per hari, saat ini menjadi sekitar Rp500 ribu. Jika Bupati dan Wabup diturunkan jelas untuk SKPD juga kurang dari itu.

"Sebenarnya yang kita turunkan itu untuk Bupati dan Wabup. Tapi kalau kita turun jelas yang lain juga akan turun," pungkasnya.(Dedy Warseto)